Suara.com - Balapan mobil listrik internasional, Formula E Jakarta, memang sudah berakhir. Diketahui balapan itu diselenggarakan pada Sabtu (4/6/2022) pekan lalu.
Namun perkara politisasi Formula E Jakarta memang belum padam, apalagi bila merujuk pada adu kuat kubu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan pendukungnya, melawan mereka yang oposisi.
Salah satu tokoh oposisi yang paling vokal mengkritik Anies dan Formula E Jakarta adalah Ketua Umum PSI Giring Ganesha.
Bukan cuma kritikannya, publik tentu masih ingat dengan peristiwa Giring yang terperosok di lumpur kala mengunjungi lokasi tempat sirkuit Formula E Jakarta akan dibangun.
Namun siapa menyangka, peristiwa yang membuat Giring sempat jadi bulan-bulanan publik itu berujung membuat namanya abadi?
Pasalnya kini lokasi tempat Giring pernah terjeblos itu telah diabadikan di Google Maps. Kocaknya lagi, titik tersebut dinamai sebagai "Bekas Kaki Giring Kejeblos".
"Intermezzo. Bekas Kaki Giring Kejeblos on Gmaps," celetuk akun Instagram @majeliskopi08 yang membagikan temuan titik tersebut, dikutip Suara.com pada Jumat (10/6/2022).
Bahkan ketika dikonfirmasi langsung oleh Suara.com lewat pencarian di Google Maps, titik tersebut masih bisa ditemukan dan berlokasi di Ancol, Jakarta Utara.
"Bekas Kaki Giring Kejeblos," begitulah keterangan yang tertera pada Google Maps. "VVJ6+P57 Kaki Giring was There, Ancol, Kec. Pademangan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta."
Baca Juga: Santuy Abis! Penjual Es Dawet Ini Lewat di Depan TNI yang Tengah Baris
Namun titik tersebut juga terlihat tidak berada pada lokasi Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) alias sirkuit Formula E. Hal ini pula yang turut dibahas warganet di kolom komentar.
"Jadi jejak kaki digital ya Bang..." kata warganet.
"Wkwkwkw jauh bener Ama sirkuitnya, doi mau liat sirkuit atau mau liat tempat ngangon kambing?" sindir warganet.
"Malu turun temurun tuh.." komentar warganet.
"Cap kaki peresmian tempat," ujar warganet lain.
"Monumen juga itu," imbuh warganet.
Tag
Berita Terkait
-
Santuy Abis! Penjual Es Dawet Ini Lewat di Depan TNI yang Tengah Baris
-
2 Bulan Tanam Ganja di Depan Pos Polisi Karawang, Dua Pria Terancam Hukuman Seumur Hidup, Publik: Si Pemberani
-
Aksi Dua Anak Kecil Lakukan Pelecehan pada Pengguna Jalan di Lampu Merah Tuai Kecaman Publik
-
Lakukan Pelecehan ke Pengendara Jalan, Dua Bocah Ini Tuai Kecaman Netizen: Ada yang Nyuruh
-
Wanita Ini Fotokopi Uang Rp10 Ribu, Hasilnya Bikin Heboh TikTok
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua