- Direktur Utama Transjakarta mewacanakan penyesuaian tarif layanan dalam rapat bersama DPRD DKI Jakarta pada 23 April 2026.
- Wacana kenaikan tarif muncul karena biaya operasional meningkat drastis sementara harga tiket tetap sejak tahun 2005.
- Manajemen tengah mengkaji kenaikan tarif untuk seluruh layanan guna menjaga stabilitas operasional di tengah krisis energi global.
Suara.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberi sinyal kuat akan adanya penyesuaian tarif layanan yang telah bertahan selama lebih dari dua dekade.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, melontarkan wacana tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Welfizon menyoroti fenomena anomali tarif bus yang tidak pernah berubah sejak tahun 2005 silam.
Padahal, variabel ekonomi seperti Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta terus meroket tajam dalam kurun waktu 21 tahun terakhir.
“Tahun 2005 UMP masih sekitar Rp800 ribu, sekarang sudah Rp6 juta, naik 7 sampai 8 kali lipat. Tapi tarif kami masih sama selama 21 tahun,” jelasnya.
Saat ini, harga tiket reguler Transjakarta memang masih dipatok pada angka Rp3.500 bagi setiap pelanggan.
Manajemen Transjakarta pun mulai melakukan kajian terkait kemungkinan perombakan harga tiket.
Kajian kenaikan tarif tiket tidak hanya menyasar layanan reguler di dalam kota, melainkan juga mencakup rute-rute penyangga dan layanan khusus yang sebelumnya sempat disampaikan.
“Termasuk untuk layanan ke bandara dan rute Transjabodetabek,” ungkap Welfizon.
Baca Juga: Detik-Detik Pencopet Tanah Abang Diarak di Halte Transjakarta, Netizen: KPK Harus Belajar!
Langkah ini diambil sebagai salah satu opsi untuk menjaga stabilitas operasional, di tengah ancaman krisis energi global.
Gejolak harga bahan bakar minyak dunia disebut memberikan tekanan ganda atau double pressure bagi perusahaan.
“Pressure pertama dari sisi biaya. Kalau BBM naik, biasanya inflasi dan biaya lainnya ikut naik. Pressure kedua, saat masyarakat mulai beralih ke transportasi publik. Permintaan meningkat, tapi di sisi lain kapasitas kita terbatas,” tutur Welfizon.
Namun, keputusan akhir mengenai tarif layanan Transjakarta tetap diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai pengambil kebijakan tertinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai
-
5 Weton Paling Sakral dan Sakti, Punya Kekuatan Terpendam Menurut Primbon Jawa
-
9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
-
Kaesang Maju di Dapil Puan, Ganjar: Silakan, Saya Masih Yakin Jateng Kandang Banteng!
-
Bertabur Bintang Beken, 5 Drakor Adaptasi Webtoon Ini Malah Anjlok di TV Korea
-
Update Bentrok Berdarah di Menteng: Satu Korban Meninggal di RSCM, Lainnya Kritis
-
Kronologi Duel Remaja Viral di Palembang, Fakta Baru Terungkap setelah Polisi Turun Tangan
-
Kronologi Bentrok Berdarah di Menteng: 2 Orang Terluka, 3 Ditangkap Polisi
-
Soroti Kasus Pria Tewas usai Dituding Curi Ayam, Hasto: Kontras dengan Kasus Jampidsus
-
5 Smartwatch yang Bisa QRIS BCA, Transaksi Makin 'Sat-Set'