Suara.com - Satu orang calon jemaah haji Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan kloter 01 wafat di pesawat saat dalam penerbangan menuju Madinah, Arab Saudi.
Sebanyak 357 orang termauk petugas haji kloter 01 Embarkasi Banjarmasin terbang pada Minggu (12/6/2022) malam sekitar pukul 23.40 WITA dari Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin di Banjarbaru.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalsel Muhammad Tambrin membenarkan adanya kabar satu calon haji 2022 yang meninggal dunia dalam penerbangan.
"Benar, kabar duka tersebut, satu calon haji kloter 01 Kalsel wafat," ujar Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalsel Muhammad Tambrin di Banjarmasin, Senin.
Menurutnya, calon haji yang wafat itu bernama Samsinah binti Usman Hasbulah (50) dari Kabupaten Balangan.
Calon haji tersebut meninggal pada Senin sekitar pukul 00.30 WIB dalam penerbangan, sebelum transit di Bandara Medan, Sumatera Utara.
"Kita menyampaikan terima kasih pada pihak Garuda dan Angkasa Pura yang akan memulangkan jenazah calon haji ke daerah asal yang meninggal dunia itu," ujarnya.
Tambrin menyampaikan bahwa calon haji yang wafat ini sudah berniat haji, wafat di perjalanan sudah menjadi nilai berhaji.
"Semoga beliau mendapat nilai pahala berhaji," ujarnya.
Baca Juga: Kabar Duka, Anggota DPRD Banten Syihabudin Sidik Meninggal Dunia
Menurut dia, untuk jamaah calon haji kloter pertama meneruskan penerbangan ke Bandar Udara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz atau Bandar Udara Madinah, Arab Saudi.
"Dijadwalkan pesawat kloter 01 Kalsel mendarat sekitar pukul 03.10 WAS (Waktu Arab Saudi)," ujarnya.
Embarkasi Banjarmasin, Kalsel akan menerbangkan tujuh kloter, yaitu lima kloter dari Kalsel dengan kuota haji sebanyak 1.743 orang.
Sementara itu, dua kloter lainnya dari Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan kuota haji sebanyak 739 orang.
Untuk pemondokan di Arab Saudi, jamaah haji dari Embarkasi Banjarmasin berdasarkan sistem zonasi penempatan jamaah haji di Makkah tahun 2022, menempati wilayah Jarwal. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Kabar Duka, Anggota DPRD Banten Syihabudin Sidik Meninggal Dunia
-
Tangis Jemaah Calon Haji Wartini dan Tedjo saat Kali Pertama Melihat Ka'bah
-
Penuhi Syarat, 184 Calon Jamaah Haji di Gunungkidul Berangkat 18 Juni
-
Mulai Tunaikan Umrah Wajib, Ratusan Jemaah Haji Indonesia Padati Area Tawaf
-
Ratusan Pelajar Sambut Kedatangan Rombongan Pengantar Jenazah Eril
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?