“Semoga insyaf dan bisa intropeksi diri bahwa syiar agama itu sangat tidak baik, menjelekkan umat lain baik sesama agama maupun agama lain, terlebih di negeri kita tercinta ini adalah negeri yang penuh suku adat dan kepercayaan yang harus saling menjunjung tinggi keberagaman maupun perbedaan,” cuit salah satu warganet.
“Bagus, masyarakat mulai sadar provokatif ceramahnya UAS,” tulis salah satu warganet.
“Berarti adanya UAS mengganggu ketentraman. Ya benar aja kalau ditolak,” tambah warganet lainnya.
Sementara yang mengecam penolakan terhadap kedatangan Ustad Abdul Somad menyatakan sikap tersebut merupakan tindakan yang tidak menghargai ulama.
“Yang nolak nih gerombolan munafiqun, fasikun dan rata-rata kaum Islamophobia. Ngakunya paling pancasila,” tulis salah satu warganet.
“Orang-orang yang menolak biasanya meraka beda 'aliran',” timpal lainnya.
Sebelumnya Ustad Abdul Somad juga pernah ditolak kedatangannya di sejumlah tempat, di antaranya di Sumenep, Madura, Jawa Timur dan di negara Singapura.
Penolakan tersebut di antaranya dikaitkan dengan isi ceramah Ustad Abdul Somad sebelumnya yang kerap menyinggung keyakinan umat agama lain.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Heboh, Satpam Ini Asik Joget saat Dengar Lagu JKT 48, Netizen: Janganlah Pekerjaan Mengganggu Ngidolmu
-
Heboh Video Ustaz Abdul Somad Ditolak Ceramah, Begini Alasannya
-
Aksi Pasukan Ojek Online Bubarkan Tawuran Anak Sekolah Banjir Pujian, Netizen: Emang Udah Bener Semua Dilapor ke Ojol
-
Boncengkan Kakeknya, Pria Tiba-tiba Dikeroyok Tiga Orang Tak Dikenal Gegara Tulisan di Kausnya
-
'Langgar UU Peternakan' Pengangkutan Sapi Ternak dari Kapal ke Truk, Kepalanya Diikat dan Dikaitkan ke Crane
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?