Gejala umum orang dan anak yang terserang DBD adalah mengalami pendarahan dari hidung atau gusi. Segera bawa ke IGD jika mengalami hal seperti ini.
6. Memar ringan
Umumnya, gejala dan tanda demam berdarah seperti demam, ruam, dan sakit kepala yang sering disebut sebagai triad demam berdarah adalah ciri khas demam berdarah.
Dikutip dari godrejhit.com, nama lain untuk demam berdarah adalah demam dandy atau demam tulang patah karena sakit tulang dan otot yang parah yang dapat ditimbulkannya. Seringkali rasa sakitnya bisa sangat buruk sehingga bisa terasa setara dengan patah tulang.
Gejala DBD pada anak dapat diamati dari 4 hari hingga 2 minggu pasca digigit nyamuk yang terinfeksi, dan umumnya berlangsung selama sekitar 2 hingga 7 hari. Seringkali periode setelah demam mulai mereda sangat penting bagi orang-orang dengan DBD (demam berdarah dengue).
Pendarahan hebat, masalah pencernaan seperti mual, muntah atau sakit perut yang parah, dan masalah pernapasan seperti kesulitan bernapas. Juga, penurunan tekanan darah, dehidrasi, dan pnrdarahan hebat dapat terjadi jika DBD tidak diobati. Gejala-gejala ini mengancam jiwa dan membutuhkan perhatian medis segera.
Bagaimana Demam Berdarah Didiagnosis?
Jika Anda berpikir anak Anda menunjukkan salah satu gejala di atas dan Anda mencurigai dia menderita demam berdarah, maka silakan hubungi dokter Anda segera.
Untuk membuat diagnosis, dokter akan memeriksa anak Anda secara fisik dan mengevaluasi gejalanya. Beri tahu dokter Anda jika anak Anda baru-baru ini pernah ke daerah yang mengalami demam berdarah dan mengalami demam atau sakit kepala parah.
Baca Juga: Gejala Diabetes, Waspadai 6 Tanda Ini pada Kulit!
Dokter akan mengirimkan sampel darah ke laboratorium diagnostik untuk pengujian, yang akan membantu memastikan apakah anak Anda mengalami demam berdarah atau tidak.
Saat ini, tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah. Namun, dalam kebanyakan kasus, demam berdarah hilang dalam beberapa hari hingga sebulan. Tetapi jika seseorang memiliki gejala yang parah, perhatian medis harus segera dicari, karena bisa jadi itu adalah tanda-tanda DBD yang dapat mengancam jiwa.
Ada beberapa cara di mana Anda dapat mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh demam berdarah dan mempercepat pemulihan anak Anda dari penyakit ini.
Berikut cara mengurangi ketidaknyamanan saat terinfeksi DBD pada anak.
1. Pastikan anak Anda minum cukup cairan dan air bersama dengan makanan sehat.
2. Pastikan bahwa anak Anda tidur nyenyak sangat penting untuk pemulihannya. Diet sehat dan istirahat yang cukup akan membantu memperkuat kekebalannya dan menghancurkan virus.
3. Berikan obat pereda nyeri seperti asetaminofen dapat diresepkan jika anak Anda mengalami nyeri otot dan sendi yang tak tertahankan yang terkait dengan demam berdarah. Juga, pereda nyeri seperti aspirin atau ibuprofen harus dihindari, karena mereka dapat membuat perdarahan terjadi.
Selain hal-hal yang disebutkan di atas, ada juga sejumlah pengobatan rumahan yang dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit dan kekebalan anak Anda. Jus jambu biji dapat diandalkan untuk membangun kekebalan tubuh. Sedagkan jus daun pepaya untuk meningkatkan jumlah trombosit.
Demikian gejala DBD pada anak. Semoga informasi di atas membantu Anda mengatasi gejala DBD yang ditunjukkan anak-anak Anda.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Gejala Diabetes, Waspadai 6 Tanda Ini pada Kulit!
-
Tak Selalu Sama, Ini Gejala Penyakit Tumor Otak yang Patut Diwaspadai
-
VIral Mahasiswa Meninggal Diduga Karena GERD, Kenali Gejala dan Perawatannya
-
Sering Dikira Mirip, Ini Beda Gejala Bell's Palsy dan Stroke
-
Terpopuler Kesehatan: Penyebab dan Gejala Omicron BA.4 dan BA.5, Tanda Gelombang Covid-19 di Indonesia?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan