Suara.com - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat resmi mengumumkan hasil Penerimaan Peserta Didik Baru Jawa Barat atau PPDB Jabar 2022 tahap I untuk peserta jenjang SMA, SMK, dan SLB pad hari ini Senin (20/6/2022). Lalu bagaimana cara cek hasil PPDB Jabar 2022?
Calon peserta didik baru, sudah bisa mengecek hasilnya mulai pukul 14.00 WIB. Simak cara cek hasil PPDB Jabar 2022 berikut.
Seperti yang diketahui pendaftaran PPDB Jabar 2022 tahap 1 telah dibuka sejak 6-10 Juni 2022 lalu. Pada PPDB tahap I, pendaftaran dibuka khusus untuk peserta melalui jalur afirmasi, anak berkebutuhan khusus dan kondisi tertentu, perpindahan tugas orangtua atau wali atau anak guru, serta dibuka jalur prestasi nilai rapor dan perlombaan/kejuaraan.
Setelah mengikuti tahap seleksi dengan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, selanjutnya peserta sudah dapat melihat hasil PPDB Jabar 2022. Lantaa bagaimana cara cek hasil PPDB Jabar 2022? Ketahui informasi selengkapnya berikut ini.
Cara Cek Hasil PPDB Jabar 2022
Bagi siswa atau orang tua yang ingin mengetahui hasil seleksi PPDB Jabar 2022 tahap I, dapat mengunjungi situs milik Dinas Pendidikan Provinsi. Selain melakukan pengecekan secara daring, orang tua atau siswa juga dapat datang langsung ke sekolah yang menjadi tujuan (sekolah tempat mendaftar). Biasanya hasil seleksi akan ditampilkan di papan pengumuman sekolah.
Berikut ini cara cek hasil PPDB Jabar 2022 tahap I secara daring:
• Masuk ke laman https://ppdb.disdik.jabarprov.go.id/
• Pilih Cabang Dinas Pendidikan sesuai dengan wilayah pendaftaran PPDB 2022
Baca Juga: Masih Ada Tahap 2, Jangan Dulu Sedih jika Tak Lolos PPDB Jabar 2022 Tahap 1
• Klik pilihan "Hasil Seleksi"
• Isi kolom pencarian
• Masukkan jenjang pendaftaran yang dipilih yaitu SMA, SMK, atau SLB
• Masukkan kota asal tempat pendaftaran PPDB Jabar 2022
• Masukkan jenis sekolah (Negeri atau Swasta)
• Cari sekolah tujuan yang telah dipilih saat mengikuti tahap seleksi PPDB Jabar 2022
Berita Terkait
-
Masih Ada Tahap 2, Jangan Dulu Sedih jika Tak Lolos PPDB Jabar 2022 Tahap 1
-
PPDB Online SMP 2022 Jakarta: Jalur Afirmasi KJP Plus Dibuka Hari Ini!
-
PPDB SMA/SMK di Lampung Dimulai 27 Juni 2022, Kuota Mencapai 77.226 Siswa
-
Jadwal PPDB Sulsel 2022 Dimulai Hari Ini, Berikut Jalur Pendaftaran yang Terbuka
-
Cara Cek Hasil Seleksi PPDB Jabar 2022 secara Online dan Offline
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Skandal Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta: 103 Anak Jadi Korban, DPR Desak Hukuman Maksimal