Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan dipertimbangkan untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada 2024.
Pernyataan itu disampaikan Puan Maharani seusai acara Haul Bung Karno, di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin malam (20/6).
"Tentu saja mas wali kota Solo jadi salah satu kader sesuai dengan mekanisme, kami pertimbangkan maju di Pilkada 2024," kata Puan seperti dilaporkan Antara, Selasa (21/6/2022)
Namun, dia belum bisa memastikan apakah Gibran akan maju di Pilgub DKI Jakarta atau Jawa Tengah mengingat Pilkada serentak masih terlalu jauh sehingga belum ada keputusan.
"Masih jauh banget, kita pilpres dulu bulan Februari 2024 sementara pilkada masih bulan November. Setelah persiapan Pilpres matang, setelah kita selesai Pilpres bulan Februari, baru kita persiapan pilkada. Jadi sekarang fokus pada posisi jabatan di kabupaten/kota atau provinsi saja," ujar Puan.
Dia pun meminta kepala daerah dari PDIP, termasuk Gibran untuk fokus bekerja hingga masa jabatannya berakhir, sehingga bermanfaat bagi daerahnya.
"Jadi sekarang lebih baik semua kepala daerah itu fokus kepada wilayah masing-masing sampai masa jabatan berakhir sehingga bermanfaat bagi daerahnya," kata Ketua DPR RI ini.
Sementara terkait capres, Puan mengatakan PDIP masih menggodok sejumlah nama dan akan dibahas dalam Rakernas PDIP pada Selasa ini.
"Bisa aja (bahas capres). Rakernas partai pemenang Pemilu, partai yang saat ini punya kursi cukup, pastinya akan bicara juga terkait dengan masalah penting untuk bangsa dan negara. Salah satunya ya nama-nama, mungkin calon orang-orang yang dianggap punya potensi untuk maju di 2024," kata Puan.
Sebelumnya, Gibran sempat menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang. Ia mengaku dalam salah satu bahasan dengan Prabowo terkait maju di Pilgub 2024. (Antara)
Baca Juga: Momen Presiden Jokowi Ulang Tahun di Rakernas PDIP Bersama Megawati Soekarnoputri
Berita Terkait
-
Momen Presiden Jokowi Ulang Tahun di Rakernas PDIP Bersama Megawati Soekarnoputri
-
RUU KIA Dinilai Vital, Puan Maharani: Cuti Melahirkan 6 Bulan Bisa Cegah Stunting
-
Ulang Tahun ke-61, Presiden Jokowi Hadiri Rakernas PDIP di Jakarta Selatan
-
Terpopuler: Mesranya, Jordi Onsu Diduga Pacaran dengan Ayu Ting Ting, Grup Qasidah Nasida Ria Trending Topic di Twitter
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan