Suara.com - Tersebar di media sosial sebuah video yang merekam momen truk yang membawa muatan batu hingga kelebihan muatan atau overload.
Video ini direkam oleh seorang pengendara mobil yang berada di belakang truk tersebut. Videonya kemudian diunggah oleh akun Instagram @terang_media pada Rabu (22/06/22).
Dalam unggahannya, akun ini menuliskan judul, "Berbahaya sekali jika muatan berlebihan seperti ini tanpa diberi pengaman".
Pada rekaman video, perekam video juga menuliskan kalimat kritik terkait isu pemberian sanksi tilang pada pengendara sepeda motor yang menggunakan sandal jepit. Meskipun hanya sekadar isu, namun isu tersebut ramai dibicarakan oleh masyarakat.
Perekam video mengungkapkan bahwa seharusnya yang harus ditertibkan adalah sopir truk yang nekat membawa muatan yang berlebihan, bukan pengendara sepeda motor yang mengenakan sandal jepit.
"Yang kayak gini yang harusnya ditertibkan, bukan sandal jepit," tulis perekam video.
Tampak dalam video, muatan berupa batu-batu besar tersebut sampai menggunung melebihi muatan. Hal tersebut dapat membahayakan pengendara lain yang juga berada di jalan raya yang dilalui truk tersebut.
Pada video ini, truk tersebut tampak sedang berhenti di lampu lalu lintas. Di samping truk ini tampak beberapa pengendara sepeda motor yang juga sedang berhenti menunggu lampu lalu lintas berubah menjadi hijau.
Video ini pun banjir beragam respons dari netizen. Banyak netizen yang mengungkapkan bahwa kritik dari perekam video ini benar.
"Betul banget. Banyak hal yang lebih penting dari naik sepeda motor pakai sandal jepit. Penegakan disiplin di jalan sangat kurang. Jadi jangan heran banyak pengendara yang tidak taat aturan dan cenderung arogan. Maaf kalau salah," ungkap netizen.
"Terkadang kebijakan itu nggak selalu tepat sasaran min," kata netizen.
"Kemana aparatnya dah. Kecil aja sakit, apalagi segede gaban gitu," terang netizen.
"Final destination," tambah netizen.
Hingga saat ini, video unggahan yang merekam momen truk dengan muatan overload ini telah ditonton sebanyak 1 ribu kali dan mendapatkan ratusan suka dari netizen.
Berita Terkait
-
Naik Ranjang, Viral Kakek 90 Tahun Nikahi Wanita 28 Tahun Mantan Kakak Iparnya: Anak Muda Gulung Tikar!
-
Bikin Tegang! Detik-detik Penyelamatan Bayi dari Kolong Jembatan Usai Terlempar dari Gendongan Ibunya
-
Bayi Laki-laki Diduga Dibuang Orang Tuanya, Ditemukan Warga Dalam Tas Plastik
-
Tak Boleh Bawa Anak ke Tempat Kerja, Orang Tua Masukkan Balita 3 Tahun ke Dalam Tangki Air Setinggi 1,5 Meter
-
Pemobil Kijang Diduga Halangi Laju Ambulans Meski Sudah Diminta Menepi, Publik Ikut Meradang
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?