Suara.com - Gempa bumi yang mengguncang daerah pegunungan terpencil di Afghanistan diketahui kini telah menewaskan 1.036 orang dan jumlah korban yang diperkirakan akan terus bertambah. Badan-badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirimkan bantuan dengan berat berton-ton ke Afghanistan.
Juru bicara Shabia Mantoo dalam pengarahan di Jenewa mengatakan bahwa UNHCR, badan pengungsi PBB mengirimkan bantuan berupa tempat penampungan dan perlengkapan rumah tangga, termasuk sebanyak 600 tenda dan 1.200 lampu surya untuk mendukung kurang lebih 4.200 warga yang selamat.
Staf telah dikerahkan oleh UNHCR yang akan mengatur tempat penampungan bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal dan mendirikan pusat pasokan untuk mengangkut bantuan dari Ibu Kota Kabul.
Mantoo juga mengungkapkan adanya risiko serius penyakit yang ditularkan melalui air.
Selain itu, seorang Perwakilan UNICEF untuk Afghanistan pada Jumat (24/6/2022) mengatakan bahwa ribuan rumah hancur dan rusak akibat gempa dahsyat yang melanda.
"Anak-anak dan remaja sangat rentan dan berisiko tinggi terhadap perpisahan keluarga, tekanan emosional dan psikologis, pelecehan dan eksploitasi, dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya," kata dia.
Gempa bermagnitudo 6,1 melanda sekitar 160 kilometer tenggara Kabul, di pegunungan gersang dengan permukiman kecil di dekat perbatasan dengan Pakistan mengguncang pada Rabu (22/6/2022).
Komunikasi yang buruk dan kurangnya jalan yang layak menghambat upaya bantuan di negara yang sudah mengalami krisis kemanusiaan yang semakin memburuk sejak Taliban mengambil alih Afghanistan, Agustus tahun lalu.
Pihak berwenang setempat telah mengakhiri pencarian korban selamat. (ANTARA/Reuters)
Berita Terkait
-
Selatan Jakarta Dilewati Sesar Baribis Aktif Yang Berpotensi Gempa, Terjadi Pergeseran 5 mm Per Tahun
-
Sebut Taliban Tolak Dana Kiriman, PBB Akui Kesulitan Beri Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan
-
Jusuf Kalla Siap Bantu Korban Gempa di Afghanistan Lewat PMI
-
Rentetan Gempa Dahsyat yang Mengguncang Afghanistan: Terbaru Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang
-
Bertemu Perwakilan Negara, JK Ungkap Bakal Kirim Bantuan Untuk Korban Banjir Afganistan
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi
-
Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat