Suara.com - Bagi seorang ayah, anak-anak mereka menjadi salah satu prioritas utama. Tak heran banyak sosok ayah yang rela berkorban demi buah hati mereka.
Dalam hal ini pengorbanan seorang ayah terlihat pada video yang diunggah oleh akun Instagram @pembasmi.kahaluan.reall.
Pada video tersebut terlihat seorang ayah yang tengah memasukkan berbagai susu kotak dan jus kotak ke dalam kardus.
Rupanya miuman-minuman tersebut didapatkannya dari tempat ia bekerja setiap harinya.
Meskipun minuman tersebut untuk dirinya sendiri, namuan pria tersebut tak meminumnya dia sengaja menyimpan untuk oleh-oleh anaknya.
Mengumpulkan untuk Oleh-oleh Anak
Pada video yang diunggah akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall dijelaskan bahwa seorang ayah yang berkerja di pertambangan mendapatkan minuman bergizi setiap harinya.
"Diduga dia diberikan jatah minuman sehat setiap hari untuh memelihara kesehatan mereka saat bekerja di pertambangan," tulisan dalam video.
Minuman dari kantor berupa susu kota, sari buah, jus, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Sudah 2 Tahun Kasus Pencabulan Ditangani Polisi Surabaya, Terduga Pelaku Masih Berkeliaran
"Tapi dia tidak meminum jatah minuman yang diberikan kantornya itu sehingga dia mengumpulkan minuman itu setiap harinya," tambahnya.
Selama dua bulan, sang ayah mengumpulkan minuman-minuman kotak tersebut dan akan dibawa pulang saat dia cuti untuk anak-anaknya.
Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Orangtuaku pun selalu gitu, dari SD aku jadi belajar kalau punya sesuatu baiknya dibagi. Nah, pas temenku rayain ulangtaun di sekolah dan ngasih bingkisan, aku enggak buka. Aku bilang buat di rumah makan bareng kakak-adik," komentar warganet.
"Sama kayak suami, waktu pandemi kemarin dikasih susu dan vitamin tiap hari. Tapi selalu dibawa pulang katanya buat aku aja," imbuh warganet lain.
"Jadi ingat almarhum papa, waktu dia di luar kota selalu kayak gini kalau udah waktunya libur, semua pasti disimpan buat kami anak," tambah lainnya.
Berita Terkait
-
Salah Gandeng Cewek, Kelakuan Cowok Ini Bikin Ngakak
-
Sentil HolyWings, Masjid Jogokariyan Ajak Pemilik Nama Muhammad dan Maryam Shalat Subuh Berjamaah
-
Tepergok Begal Payudara ABG di Pasar Malam, Pelaku Diseret hingga Ditelanjangi
-
Sudah 2 Tahun Kasus Pencabulan Ditangani Polisi Surabaya, Terduga Pelaku Masih Berkeliaran
-
Sedang Berada di Kelas, Dua Siswa Diduga Pangku-pangkuan, Warganet: Serasa Milik Berdua
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian