Suara.com - Peristiwa bocah yang jatuh setelah menabrak pengendara sepeda motor yang membawa dua buah sangkar burung terekam oleh kamera CCTV yang terpasang di dekat lokasi kejadian.
Video rekaman CCTV tersebut kemudian diunggah oleh akun Instagram @ndorobei.official pada Selasa (27/06/22).
Dalam video unggahan akun Instagram ini, tampak seorang bocah laki-laki yang sedang bersepeda di sebuah jalan di sebuah perkampungan.
Bocah tersebut mengendarai sepedanya dengan melepas satu tangannya. Awalnya ia berada di pinggir jalan, namun di tengah-tengah video sepedanya sempat melaju agak di tengah jalan.
Tiba-tiba saja dari arah berlawanan muncul pengendara sepeda motor yang saling berboncengan. Pengendara tersebut membawa dua buah sangkar burung yang ditutupi oleh sehelai kain. Dalam sangkar tersebut berisi burung milik pengendara tersebut.
Bocah tersebut pun kemudian menabrak sangkar burung yang dibawa oleh pengendara sepeda motor tersebut.
Kepala bocah ini terhantam sangkar burung tersebut yang menyebabkan bocah ini terjatuh dan burung yang berada di dalam sangkar tersebut lepas.
Saat setelah bocah tersebut terjatuh, banyak warga sekitar yang langsung membantu bocah tersebut. Sayangnya hal tersebut tidak dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Mereka malah turun dari kendaraannya dan berlari mengejar burungnya yang lepas.
Video ini pun banjir ratusan komentar dari warganet. Warganet menyoroti tingkah peseda motor yang malah mengejar burungnya yang lepas dan tidak ikut membantu bocah yang jatuh.
Baca Juga: Viral Kisah Bocah Penjual Donat yang Rela Putus Sekolah Demi Membantu Perekonomian Keluarga
"Burung lebih berharga daripada nyawa si anak dan sepeda motor," ungkap warganet.
"Harusnya anaknya dulu yang ditolong, bukan burungnya," kata warganet.
"Bukannya nolongin anak yang jatuh, malah pentingin burung," terang warganet.
"Anak kecilnya nggak berharga. Malah burungnya yang lebih berharga," ucap warganet.
"Betapa lebih berharganya hewan peliharaan," tambah warganet.
Sampai saat ini, video unggahan ini telah ditonton sebanyak 25 ribu kali dan mendapatkan ribuan suka dari warganet.
Berita Terkait
-
Viral Kisah Bocah Penjual Donat yang Rela Putus Sekolah Demi Membantu Perekonomian Keluarga
-
Jadi Sorotan, Aksi Pemotor yang Geber-Geber Kendaraannya saat Antarkan Jenazah ke TPU
-
Terekam Kamera CCTV, Aksi Pencurian Uang hingga Sepeda Motor di Warung Makan
-
Viral Bocah Kendarai Sepeda Motor Berujung Tabrak Truk, Warganet Kompak Salahkan Orang Tuanya
-
Bocah 4 Tahun Diculik Rekan Bisnis Ibunya di Stasiun Manggarai
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan untuk Amankan Aksi Buruh di Monas
-
Ahok Heran 'Kesaktian' Riza Chalid di Korupsi Minyak Pertamina: Sekuat Apa Sih Beliau?
-
7 Fakta Nyesek Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat
-
Pengakuan Getir Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat
-
Menembus Awan Tanpa Jejak: Ambisi Singapore Airlines Menata Langit Biru Masa Depan
-
Kewenangan Daerah Terbentur UU Sektoral, Gubernur Papua Selatan Minta Otsus Direvisi
-
Ribuan Buruh Mau Geruduk Istana Hari Ini, Bawa Tiga Tuntutan Mendesak
-
Mabes TNI Akui Sudah Temui Pedagang Es Sudrajat, Harap Polemik Tak Berlanjut
-
Saksi Sebut Mantan Direktur SMP Kemendikbudristek Minta Bantuan Bawahan untuk Lunasi Rumah
-
Harga Kelapa Dunia Melemah, ICC Sebut Dipengaruhi Faktor Ekonomi dan Geopolitik