Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Komisi III DPR RI melakukan pengawasan terhadap jalannya penegakan hukum yang dilakukan pihak kepolisian atas dugaan penggelapan dana oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Dasco sebelumnya meminta aparat penegak hukum melakukan pengusutan dan penindakan terhadap dugaan penyelewengan dana umat di lembaga filantropi tersebut.
"Kepada komisi teknis dalam hal ini komisi hukum komisi III untuk ikut mengawasi jalannya penegakan hukum yang dilakukan kepolisian," ujar Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (5/7/2022).
Menurut Dasco, audit terhadap ACT juga menjadi penting. Ia berujar audit tentunya akan berjalan seiringan dengan dimulainya penyelidikan.
"Itu kemudian akan secara otomatis apabila ada dugaan penyelewengan ke arah sana. Tentunya kepolisian akan meminta diaudit dan bekerjasama dengan PPATK untuk membuktikan apakah dugaan tersebut benar atau tidak," ujarnya.
Desak Aparat Turun Tangan
Dasco juga mendesak aparat penegak hukum untuk turun langsung melakukan pengusutan dan penindakan atas dugaan penyelewengan dana umat oleh petinggi lembaga ACT.
Ia sekaligus meminta masyarakat agar tidak berspekulasi liar atas kasus tersebut. Menurutnya kasus dugaan penyelewengan dana umat sepenuhnya harus diserahkan ke aparat terkait.
"Oleh karena itu kami mendesak aparat hukum untuk melakukan tindakan tegas terhadap dugaan penyelewengan dana umat ini," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2022).
Baca Juga: Penembakan Tewaskan 6 Orang di Illinois, Polisi Sudah Tangkap Pelaku
Dasco mengatakan bahwa DPR prihatin atas adanya dugaan penyelewengan dana umat. Karena itu ia meminta kasus tersebut benar-benar diusut secara tuntas dan maksimal.
Dengan begitu diharapkan dana umat yang terkumpul dapat benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
"Tidak cuma ACT, kalau ada penyelewengan dana umat tentu kita prihatin dan harus diusut tuntas."
Berita Terkait
-
Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Umat Harus Diusut Tuntas, Ketua Komisi VIII: Kalau Perlu ACT Dibubarkan!
-
Soroti Kasus ACT, Pimpinan DPR: Kami Desak Aparat Tindak Tegas Dugaan Penyelewengan Dana Umat Ini
-
ACT Minta Maaf, Netizen Kecewa: Apakah Berakhir Hanya dengan Materai?
-
Mengenal Siapa Ahyudin ACT, Eks Bos yang Dituding Menyelewengkan Donasi
-
Soroti Kasus ACT, Warganet Ini Curigai Aliran Dana Umat Juga Disalurkan ke Salah Satu Partai Oposisi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK
-
BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?