Suara.com - Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas figur sebagai calon presiden pada Pemilu 2024, khususnya di Provinsi Lampung dan Sumatera Utara. Hasilnya nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di posisi teratas mengalahkan figur lainnya.
Dilihat Suara.com dari paparan survei yang dikirimkan Charta Politika, survei yang dilakukan di Lampung mensimulasikan 10 nama figur. Dengan pertanyaan, jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut.
Hasilnya, Ganjar meraih elektabilitas dengan angka 32,3 persen. Kemudian membuntuti, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 31,6 persen. Disusul Anies Baswedan di posisi tiga dengan 14,6 persen.
Kemudian menyusul di bawah Anies, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan angka 3,4 persen, lalu Sandiaga Uno dengan 2,3 persen. Lanjut ada Ridwan Kamil dengan angka 2 persen, kemudian di bawah Sandi ada Erick Thohir dengan 1,3 persen.
Puan Maharani dengan angka 1 persen, lalu ada Airlangga Hartarto dengan angka 0,6 persen, kemudian Khofifah Indar Parawansa dengan angka 0,1 persen. Sisanya 10,9 persen responden tak menjawab dan tidak tahu.
Sedangkan untuk survei yang dilakukan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan pertanyaan yang sama ditanyakan ke responden, hasilnya Ganjar berada di atas dengan elektabilitas 24,6 persen, disusul Anies Baswedan 23,8 persen, kemudian Prabowo Subianto 23,4 persen.
Kemudian pada urutan empat ada Sandiaga Uno dengan 4,3 persen, lalu Agus Harimurti Yudhoyono 3,5 persen, Puan Maharani 2,3 persen, Ridwan Kamil 1,3 persen.
Menyusul kemudian, Airlangga Hartarto 1,2 persen, Erick Thohir dengan 0,9 persen dan terakhir Khofifah Indar Parawansa 0,4 persen. Sementara di Sumut ada 14,5 persen tidak menjawab dan tidak tahu.
Untuk diketahui, survei di Lampung dan Sumaut dilakukan pada periode tanggal 2-7 Juni 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 800 responden per-provinsi.
Baca Juga: Survei PWS: 62, 8 Persen Responden Puas dengan Kinerja Jokowi-Maruf
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur dengan protokol kesehatan yang ketat. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Hasil Survei Terbaru: Ganjar Pranowo Bersaing dengan Prabowo Subianto, Ridwan Kamil Urutan Keempat
-
Survei CiGMark: Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil Jadi Pasangan yang Sulit Dikalahkan di Pilpres
-
Hasil Survei: Popularitas Ridwan Kamil Meroket, Masuk "top of mind" Calon Presiden
-
Survei: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Masuk Top of Mind Calon Presiden
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat
-
Imbauan Hemat LPG dari Menteri ESDM Tuai Respons Pedagang: Kalau Diirit Bisa Kacau Jualannya!
-
DPR Ingatkan RI Jaga Politik Bebas Aktif di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz
-
Kecelakaan di Jatim Melonjak 78 Persen Saat Lebaran, Kapolda: Seimbang dengan Pergerakan Arus
-
Indonesia Siapkan Draft Element Paper untuk Perbaiki Tata Kelola Royalti Digital Global
-
Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata
-
Tergiur Penggandaan Black Dollar, WNA Korea Tertipu Duo Liberia di Jakarta
-
1.251 Dapur MBG Kena Sanksi, DPR Desak Pengawasan dan Sertifikasi Diperketat
-
Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya
-
Transformasi Pengelolaan Kendaraan Operasional: Dari Beli ke Sewa