- Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, resmi mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi pada 13 Mei 2026.
- Kenaikan pangkat bintang tiga tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 yang berlaku resmi.
- Asep Edi Suheri merupakan perwira tinggi berpengalaman di bidang reserse yang sebelumnya menjabat sebagai Wakabareskrim Polri di Indonesia.
Suara.com - Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri resmi naik pangkat dari Inspektur Jenderal (Irjen) menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi.
Kenaikan pangkat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 tertanggal 13 Mei 2026.
"Benar untuk Kapolda Metro Jaya saat ini berpangkat Komisaris Jendral Polisi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Kamis (15/5/2026).
Budi mengatakan kenaikan pangkat itu telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 tanggal 13 Mei 2026," ungkapnya.
Dengan keputusan tersebut, Asep Edi Suheri kini resmi menyandang pangkat bintang tiga atau Komjen Polisi saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
Profil
Asep Edi Suheri merupakan perwira tinggi Polri yang ditunjuk menggantikan Irjen Karyoto sebagai Kapolda Metro Jaya.
Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1972, Asep merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan dikenal berpengalaman di bidang reserse.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin
Sebelum menjabat Kapolda Metro Jaya, Asep pernah menduduki posisi Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal atau Wakabareskrim Polri.
Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri.
Selain itu, Asep juga sempat menjadi Kepala Satgas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) Bareskrim Polri.
Di bawah kepemimpinannya, Satgas P3GN Bareskrim Polri saat itu berhasil mengamankan narkoba seberat 2,3 ton sabu dan 1,4 ton ganja.
Selain itu, Asep juga pernah dipercaya memimpin S
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warisan Mao Zedong! Fakta Great Hall of the People yang Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Xi
-
Daftar Pengadaan Mewah di Sekolah Rakyat: Sepatu sampai Bingkai Foto Prabowo Bernilai Miliaran
-
Apa Itu Thucydides Trap? Konsep Geopolitik yang Bikin Trump Terdiam di Depan Xi Jinping
-
Bohong atau Fakta? Klaim Netanyahu Kunjungi UEA Secara Rahasia Picu Kehebohan Ini di Tengah Perang
-
Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat
-
Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
-
Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini
-
Tak Cukup Minta Maaf usai Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember Harus Diberi Sanksi
-
Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu
-
Nasib Juri LCC MPR Kalbar Usai Viral: Dinonaktifkan, Kini Dibidik Sanksi Berat