Suara.com - Sebuah mobil diamuk massa lantaran disebut melawan arah dan tabrak belasan kendaraan lain.
Masa yang emosi memukuli dan melempari mobil tersebut hingga remuk.
Pengendara mobil itu membawa senjata api (senpi) dan mengaku sebagai seorang polisi.
Polisi Gadungan dan DPO
Pada video yang beredar di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @andreli_48 menunjukkan mobil sedan hitam yang tengah diamuk massa.
Mobil tersebut melawan arah dan menabrak belasan pengendara lain sampai bagian depan mobil ringsek.
Suara tembakan juga beberapa kali terdengar. Rupanya, pengendara yang lawan arah tersebut adalah seorang polisi gadungan bersenpi.
Dia juga seorang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisian.
"Seorang pengemudi sedan hitam yang melawan arus dan menabrak 13 kendaraan, [pelaku] ternyata merupakan DPO yang menyamar menjadi polisi dan melakukan tindak penyekapan dan pemerasan," tulis akun Instagram @andreli_48.
Baca Juga: Ngeri! Pengemudi Sepeda Motor Lindas Ular Besar Gegara Hiraukan Peringatan
Menurut keterangan, kejadian tersebut terjadi di Jl. Sunter Karya Utara 1, Tanjung Priok.
"Warga yang jengkel menghentikan mobil pelaku dan menghancurkan mobil tersebut," tambah akun tersebut.
Pelaku yang hampir melarikan diri akhirnya berhasil ditangkap.
Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Bapak ojol selalu di depan," komentar warganet.
"Ngakak yang rekam sambil bawa batu dong," imbuh warganet lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus
-
Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum
-
Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah
-
Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar
-
Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer
-
Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan
-
Tragedi Berdarah di Stadion Kridosono, Dugaan Klitih Tewaskan Pemuda 18 Tahun
-
Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?
-
Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat
-
Brak Duar! Saksi Mata Ungkap Detik Horor Kecelakaan Maut Kereta vs Bus di Bangkok