Suara.com - Peristiwa kesurupan massal membuat suasana di sebuah pabrik sepatu di Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi terasa mencekam. Apalagi karena suara teriakan karyawan yang terdengar menjerit bersahut-sahutan.
Suasana horor ini seperti yang terlihat di video unggahan akun Instagram @infobdgbaratcimahi. Tampak para karyawan bertumpah-ruah di bagian luar pabrik dengan diiringi teriakan yang didominasi suara perempuan.
Mereka terlihat berjalan bersama-sama menuju suatu titik, sementara ada beberapa karyawati yang terlihat tiduran dengan dikelilingi teman-temannya.
"Geger, kesurupan massal di Garut melanda lebih 80 karyawan perusahaan sepatu, puluhan ulama dikerahkan," begitulah keterangan yang dituliskan @infobdgbaratcimahi di kolom caption, seperti dikutip Suara.com, Kamis (7/7/2022).
"Terjadi kesurupan massal di Garut yang melanda karyawan PT P** di Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu 6 Juli 2022," sambungnya.
Banyaknya karyawan yang mengalami kerasukan makhluk gaib ini sampai membuat perusahaan kewalahan. Alhasil mereka harus meminta pertolongan kepada sejumlah pihak, mulai dari kepolisian, TNI, sampai puluhan ulama setempat.
"Pihak perusahaan mendatangkan pula tim medis untuk menangani kesurupan massal di Garut ini," imbuh @infobdgbaratcimahi.
Kronologi Terjadinya Kesurupan Massal
Salah seorang karyawan di perusahaan sepatu milik Korea itu mengungkap kronologi terjadinya kesurupan massal. Menurutnya peristiwa horor ini terjadi sejak pukul 08.00 pagi, bahkan berlanjut sampai siang hari sekitar pukul 12.00 WIB.
Baca Juga: Niat Hati Ingin Acara Pernikahan Sederhana di Rumah Buyar Gegara Tetangga
Menurutnya kesurupan massal bermula dari sejumlah karyawan di tataran manajemen yang sedang menggelar meeting harian. "Tiba-tiba dari bagian produksi terdengar suara jeritan-jeritan sangat keras," katanya.
"Ketika ditengok ternyata jeritan-jeritan itu akibat ada beberapa karyawan yang sedang kesurupan. Mereka yang kesurupan semuanya adalah karyawan perempuan," sambungnya.
Tanggapan Warganet
Video ini jelas menjadi sorotan banyak pihak. Meski kesurupan massal yang terjadi sangat mencekam, warganet rupanya menilai peristiwa semacam ini sebenarnya sudah beberapa kali terjadi di beberapa pabrik lain.
"Kalo di pabrik-pabrik gini udah ga aneh lagi sih, emang sering," komentar warganet.
"Kalo orang kesurupan mah kasih uang aja, pasti langsung sehat," seloroh warganet lain.
Berita Terkait
-
Viral Video Ibu Ngamuk ke Suster dan Dokter Diduga Salah Beri Dosis Obat
-
Temuan 11 Makam Kuno Ciracap, Ada Kaitan dengan Orang Jawa Pertama yang Injakan Kaki di Sukabumi?
-
5 Kabar Terkini Julianto Eka Putra, Pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia yang Viral Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
-
Wanita yang Fitnah Rizieq Shihab di Penutupan Holywings Ternyata Berstatus Guru Honorer, Bagaimana Nasibnya Saat Ini?
-
Geger Bandit Berpakaian Pink Rampok Nasabah Bank pada Siang Hari, Saksi Mata Ungkap Ciri-ciri Pelaku
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal