Suara.com - Dua puskesmas yang berada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Puskesmas Kemaraya dan Puskesmas Benu-Benua, diserang orang tak dikenal pada Kamis (7/7/2022).
Penyerangan tersebut diduga bermotifkan ketidakpuasan terhadap pelayanan kesehatan.
Kepala Puskesmas Kemaraya Drg Rosdiawati mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut.
"Baru kali ini ada kejadian seperti ini, karena selama ini belum pernah terjadi kasus penyerangan atau keributan di Puskesmas Kemaraya, dan mungkin pelaku merasa kecewa dengan pelayanan kami, karena puskesmas adalah salah satu pelayanan umum," katanya seperti dikutip Telisik.id-jaringan Suara.com
Lebih lanjut, Rosdiwati mengemukakan, setelah kejadian penyerangan tersebut akan melakukan evaluasi dan koreksi bagi puskesmas untuk lebih berbenah lagi. Selain itu, ia berjanji bakal meningkatkan mutu pelayanannya.
Peristiwa penyerangan tersebut diketahui terjadi petugas cleaning service Puskesmas Kemaraya. Petugas yang enggan disebutkan namanya tersebut mengaku kaget mendengar suara kaca pecah saat dirinya sedang membersihkan ruangan.
"Saya sedang membersihkan di lantai dua, tiba-tiba saya dengar suara kaca pecah dan langsung lari turun dan ternyata jendela ruang gudang obat kacanya sudah pecah," ungkapnya.
Untuk selanjutnya, kasus penyerangan terhadap puskesmas tersebut saat ini ditangani pihak Polsek Kemaraya yang sudah melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.
Baca Juga: Layanan Vaksinasi Booster di Batam Tersedia di Seluruh Puskesmas
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus