News / Nasional
Senin, 11 Mei 2026 | 15:52 WIB
Polda Metro Jaya menyita 1.494 kendaraan hasil kejahatan fidusia di gudang PT Indobike 26, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026). (Suara.com/Faqih)
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya menyita 1.494 kendaraan hasil kejahatan fidusia di gudang PT Indobike 26, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
  • Direktur PT Indobike 26 berinisial WS ditetapkan sebagai tersangka atas praktik ekspor ilegal kendaraan yang berlangsung sejak 2022.
  • Tersangka memperoleh keuntungan sebesar Rp26 miliar dengan mengirim 99 ribu unit motor ke negara Tahiti dan Togo.

Suara.com - Polisi menyita 1.494 kendaraan hasil kejahatan fidusia, yang tersimpan dalam gudang milik PT Indobike 26, Kemandoran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Ribuan kendaraan tersebut nantinya bakal dijual ke luar negeri melalui proses yang ilegal.

Dalam praktik ini, petugas telah menetapkan seorang tersangka berinisial WS, yang merupakan Direktur PT Indobike 26.

Berdasarkan pengakuan WA, praktik yang dijalankannya sudah berlangsung sejak tahun 2022.

Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya, AKBP Noor Marganthara mengatakan kendaraan yang diekspor dalam kondisi baru.

Keuntungan yang diperoleh dari praktik ini mencapai Rp26 miliar.

“Keuntungan yang didapat oleh tersangka, sekitar Rp26 miliar dari awal melakukan kegiatan,” ujar Noor, saat di lokasi, Senin (11/5/2026).

Dari hasil pantauan Suara.com, dari lokasi gudang penyimpanan terdapat dua merek kendaraan besar, yakni Honda dan Yamaha.

Noor mengatakan, guna menjadikan perkara ini terang secara keseluruhan, pihaknya bakal memanggil pihak dealer dan produsen merek motor tersebut.

Baca Juga: Gerebek Gudang Kemandoran! Polisi Sita 1.496 Motor Ilegal Siap Ekspor, Terkuak Modus Pakai KTP Orang

“Nanti itu masih dalam proses penyidikan, nanti tentu akan kita panggil semua yang terlibat,” ucapnya.

Terbongkarnya praktik penyimpanan motor hasil kejahatan fidusia ini cukup mencengangkan. Sebab, praktik ini sudah berlangsung sejak 2022 silam.

Total sudah 99 ribu unit motor hasil kejahatan ini telah diimpor oleh ke dua negara yakni Tahiti dan Togo.

Guna mempermudah pengiriman barang, tersangka membongkar komponen motor menjadi beberapa bagian.

Load More