- Polda Metro Jaya menyita 1.494 kendaraan hasil kejahatan fidusia di gudang PT Indobike 26, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
- Direktur PT Indobike 26 berinisial WS ditetapkan sebagai tersangka atas praktik ekspor ilegal kendaraan yang berlangsung sejak 2022.
- Tersangka memperoleh keuntungan sebesar Rp26 miliar dengan mengirim 99 ribu unit motor ke negara Tahiti dan Togo.
Suara.com - Polisi menyita 1.494 kendaraan hasil kejahatan fidusia, yang tersimpan dalam gudang milik PT Indobike 26, Kemandoran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ribuan kendaraan tersebut nantinya bakal dijual ke luar negeri melalui proses yang ilegal.
Dalam praktik ini, petugas telah menetapkan seorang tersangka berinisial WS, yang merupakan Direktur PT Indobike 26.
Berdasarkan pengakuan WA, praktik yang dijalankannya sudah berlangsung sejak tahun 2022.
Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya, AKBP Noor Marganthara mengatakan kendaraan yang diekspor dalam kondisi baru.
Keuntungan yang diperoleh dari praktik ini mencapai Rp26 miliar.
“Keuntungan yang didapat oleh tersangka, sekitar Rp26 miliar dari awal melakukan kegiatan,” ujar Noor, saat di lokasi, Senin (11/5/2026).
Dari hasil pantauan Suara.com, dari lokasi gudang penyimpanan terdapat dua merek kendaraan besar, yakni Honda dan Yamaha.
Noor mengatakan, guna menjadikan perkara ini terang secara keseluruhan, pihaknya bakal memanggil pihak dealer dan produsen merek motor tersebut.
Baca Juga: Gerebek Gudang Kemandoran! Polisi Sita 1.496 Motor Ilegal Siap Ekspor, Terkuak Modus Pakai KTP Orang
“Nanti itu masih dalam proses penyidikan, nanti tentu akan kita panggil semua yang terlibat,” ucapnya.
Terbongkarnya praktik penyimpanan motor hasil kejahatan fidusia ini cukup mencengangkan. Sebab, praktik ini sudah berlangsung sejak 2022 silam.
Total sudah 99 ribu unit motor hasil kejahatan ini telah diimpor oleh ke dua negara yakni Tahiti dan Togo.
Guna mempermudah pengiriman barang, tersangka membongkar komponen motor menjadi beberapa bagian.
Berita Terkait
-
Gerebek Gudang Kemandoran! Polisi Sita 1.496 Motor Ilegal Siap Ekspor, Terkuak Modus Pakai KTP Orang
-
Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Penggerebekan Besar di Hayam Wuruk, Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Judi Online Internasional
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Andrie Yunus Tolak Bersaksi di Sidang Militer, KontraS: Kasus Air Keras Itu Pidana Umum!
-
KontraS Kritik Hakim Pengadilan Militer yang Ancam Pidanakan Saksi Korban Andrie Yunus
-
RSUD Sleman Rawat Tiga Bayi Kasus Pakem, Perlakuan Selama di Penitipan Jadi Sorotan
-
Garuda Yaksa FC Lolos ke Liga 1, DPR Sebut Prestasi Diraih Murni dari Lapangan
-
Pesawat Turkish Airlines Terbakar Saat Mendarat di Nepal, 277 Penumpang Dievakuasi
-
Kericuhan Suporter Berulang, DPR Desak Menpora Evaluasi Total Pengurus PSSI
-
Gerebek Gudang Kemandoran! Polisi Sita 1.496 Motor Ilegal Siap Ekspor, Terkuak Modus Pakai KTP Orang
-
Peluncuran Panduan Antikorupsi, Wamendagri Wiyagus: Momentum Perkuat Reformasi Hukum dan Birokrasi
-
Potong Ucapan Nadiem dalam Sidang, Jaksa: Jangan Mudah Bawa Nama Presiden
-
DPR Minta Pemerintah Tak Tunggu Lonjakan Kasus Hantavirus Baru Bertindak