Suara.com - Sejumlah jemaah haji mengalami gangguan kesehatan ketika menjalani ibadah di Tanah Suci. Para jemaah yang sakit ini pun mendapatkan pelayanan di Pos Kesehatan Satelit Arafah.
Kondisi jemaah bervariasi, didominasi oleh sengatan panas (heat exhaustion), kelelahan dan dehidrasi. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Emergency Medical Team, dr. Erwinsyah Patta Parang, Kamis (7/7) pukul 15.30 WAS
“Ada juga kasus hipoglikemia (kadar gula turun) pada pasien diabetes melitus yang kami temui, karena jemaah malas makan” ujar dr. Erick Sapaannya
Jemaah yang membutuhkan pelayanan kesehatan, langsung dijemput tim EMT untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Poskes Satelit. Jemaah diberikan terapi infus dan pengobatan yang dibutuhkan.
“Setelah kondisi jemaah stabil, kita kembalikan ke Kloter” lanjut dr. Erick.
Namun dari sejumlah jemaah yang mendapatkan pelayanan kesehatan, lima orang harus dirujuk ke Pos Kesehatan Arafah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Lima yang kami rujuk sampai saat ini, diobservasi lebih lanjut di Poskes Arafah,” jelasnya
Selain Pos Kesehatan Arafah, tim kesehatan juga tersebar di empat pos kesehatan satelit yang terletak di maktab-maktab jemaah haji Indonesia. Bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dan mempercepat respon time.
Adapun Pos Kesehatan Satelit Arafah berada di posisi berikut
Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arafah: Aku Penuhi Panggilan Mu ya Allah
Pos Kesehatan Satelit 1 Arafah terletak di maktab 4, memberikan pelayanan kesehatan untuk jemaah Haji dari Maktab 1-15, yaitu SUB 1-38, UPG 1-19, PDG 15, LOP 1-6, BTH 1-4, 8-12, BTJ 1-6, JKG 1, 29, dan MES 10.
Pos Kesehatan Satelit 2 terletak di Maktab 20. Pos ini memberikan pelayanan kesehatan untuk Maktab 16-23, dan 33-35, yaitu JKG 2-28, MES 1-9, dan SOC 21-38
Pos Kesehatan Satelit 3 terletak di Maktab 31. Pos ini memberikan pelayanan kesehatan untuk maktab 28-32 dan 41-44, yaitu PDG 1-7, SOC 1-20, dan JKS 23-44.
Sementara Pos Kesehatan Satelit 4 terletak di Maktab 37. Pos ini memberikan pelayanan kesehatan untuk jemaah haji yang tinggal di maktab 24-27 dan 36-40, yaitu PLM 2-9, SOC 39-43, JKS 1-22, BPN 1-8, dan BDJ 1-7
Tag
Berita Terkait
-
Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arafah: Aku Penuhi Panggilan Mu ya Allah
-
Biaya Masyair Melonjak, Layanan dan Fasilitas Jemaah Haji Ikut Terdongkrak?
-
Hindari Jemaah Haji Tertinggal, Petugas Akan Sweeping Tenda di Arafah
-
Tidak Semua Petugas Haji Melaksanakan Haji, Apa Alasannya?
-
Persiapan Sudah Detail, Gus Men Pastikan Seluruh Jemaah Berangkat ke Arafah
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya