Suara.com - Sri Lanka telah memberlakukan kembali jam malam di distrik Kolombo hingga Jumat (15/7/2022) pagi, ketika orang-orang di negara kepulauan itu menunggu pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa, yang melarikan diri ke Maladewa pada Rabu setelah krisis ekonomi memburuk, menurut para pejabat.
Juru bicara Kepolisian Sri Lanka Nihal Thalduwa mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa situasi di negara itu mulai tenang pada Kamis pagi dan jam malam telah diberlakukan di distrik Kolombo.
Departemen Informasi Sri Lanka mengatakan jam malam akan tetap berlaku mulai Kamis siang hingga Jumat pagi waktu setempat.
Thalduwa juga mengkonfirmasi satu orang tewas dalam bentrokan hari Rabu antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa.
Pada Rabu, bentrokan meletus di dekat gedung parlemen, dengan beberapa orang terluka dari kedua belah pihak.
Rajapaksa, yang melarikan diri dari negara itu, menunjuk Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe untuk "melaksanakan kekuasaan, tugas & fungsi Kantor Presiden yang berlaku mulai 13 Juli 2022."
Rajapaksa telah melarikan diri ke Maladewa dan saat ini dalam perjalanan ke Singapura, menurut media lokal.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis mengatakan dia terus mengikuti situasi di Sri Lanka dengan sangat cermat.
"Penting bahwa akar penyebab konflik dan keluhan pemrotes harus ditangani. Saya mendesak semua pemimpin partai untuk merangkul semangat kompromi untuk transisi yang damai dan demokratis," katanya di Twitter.
Baca Juga: Aktivis di Sri Lanka: Ini Kemenangan Besar
Pada Kamis, wartawan lokal mengatakan pengunjuk rasa telah memutuskan untuk mundur dari gedung-gedung pemerintah yang mereka tempati dan menyerahkannya kembali kepada pihak berwenang.
"Para pengunjuk rasa memutuskan untuk menyerahkan gedung-gedung pemerintah yang mereka tempati, termasuk Rumah Presiden, Sekretariat Presiden, dan Kantor Perdana Menteri, yang bertujuan untuk memulihkan perdamaian," kata Dinesh De Alwis, seorang jurnalis, kepada Anadolu Agency.
Dia juga mengatakan "kebingungan" terjadi di antara orang-orang, tetapi "mungkin secara bertahap berkurang ketika presiden terbang ke Singapura, mereka berharap pengumuman pengunduran diri terjadi di sana."
Di tengah protes massal setelah krisis ekonomi yang memburuk, Ketua Parlemen Sri Lanka Mahinda Yapa Abeywardena mengatakan pada Sabtu bahwa presiden akan mengundurkan diri pada 13 Juli.
Perkembangan itu terjadi setelah ribuan pengunjuk rasa menyerbu istana kepresidenan di Kolombo dan juga membakar rumah perdana menteri.
Lumpuh oleh kekurangan devisa setelah runtuhnya ekonomi yang bergantung pada pariwisata, negara pulau berpenduduk 22 juta orang itu telah gagal membayar semua utang luar negerinya. Mereka tidak mampu membayar bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya, yang mengakibatkan protes anti-pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?
-
WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi
-
Dukung Lingkungan Bersih, BRI Serahkan Bantuan Truk Sampah ke Kodam IX/Udayana
-
BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja
-
Perkuat Ekosistem Mode Nasional, BTN Dorong Pertumbuhan Sektor Kreatif Lewat IFW 2026
-
Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung
-
Sawit RI Kerap Dihantam Black Campaign, Dianggap Ancaman Bisnis Global
-
Maraknya PHK di Emiten, Perusahaan Wajib Transparan ke Investor
-
Fujifilm Rilis Varian Baru Instax Mini 99 ke RI, Kamera Analog Premium Harga Rp 3,6 Juta
-
Ramalan 12 Shio Hari ini 30 Juli 2026: Shio Ayam Paling Hoki, Babi Harus Waspada