- Permintaan THR oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Jakarta Barat viral pada Maret 2026.
- Ormas seperti PP, BPPKB, BJI, dan PPBNI meminta dana Rp200 ribu sampai Rp500 ribu per entitas.
- Gubernur DKI Jakarta meminta masyarakat menghindari pemaksaan dan menjaga kondusivitas menjelang hari raya.
Suara.com - Fenomena organisasi kemasyarakatan (ormas) yang meminta jatah Tunjangan Hari Raya (THR) kembali menghebohkan warga Jakarta pada Maret 2026.
Kabar ini mencuat setelah sebuah unggahan yang menunjukkan tumpukan amplop dan kuitansi permintaan dana dari sejumlah ormas viral di media sosial.
Berdasarkan informasi yang beredar, aksi permintaan THR tersebut menyasar para pengurus RW hingga pelaku usaha di kawasan Jakarta Barat.
Akun Instagram @infopriok menjadi salah satu sumber yang mengungkap adanya tumpukan dokumen permintaan dana tersebut pada Selasa (10/3/2026).
Adapun lokasi yang menjadi sasaran empuk permintaan jatah musiman ini disebut berada di wilayah Kalideres dan Kamal, Jakarta Barat.
Sejumlah nama besar ormas tercatat dalam laporan tersebut, mulai dari Pemuda Pancasila (PP) hingga BPPKB Ranting Kamal.
Tak hanya itu, nama Bang Japar Indonesia (BJI) dan Patriot Pemersatu Banten Nasional Indonesia (PPBNI) juga ikut tertera dalam lampiran kuitansi.
Nominal uang yang diminta oleh kelompok-kelompok tersebut cukup bervariasi, yakni berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.
Bahkan, satu pengurus RW dilaporkan harus menghadapi total tagihan permintaan THR yang mencapai angka Rp1,4 juta.
Baca Juga: Bawa Energi Positif, Persija Tambah Sponsor Baru di Tengah Musim
Menanggapi situasi yang meresahkan masyarakat tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan saran khusus untuk tetap menjaga kondusivitas kehidupan di Jakarta yang sudah berjalan dengan baik.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga berharap agar tidak ada unsur paksaan dalam setiap permintaan dana yang dilakukan oleh pihak mana pun menjelang hari raya.
"Kalau boleh saya sarankan, karena di Jakarta ini kita menjaga kehidupan yang sudah berjalan dengan baik, mudah-mudahan tidak ada pemaksaan dari ormas atau siapapun untuk minta THR," ujar Pramono di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur di hari yang sama.
Hingga saat ini, laporan mengenai keresahan warga akibat praktik permintaan THR oleh ormas tersebut masih menjadi sorotan publik di media sosial.
Berita Terkait
-
Buron 9 Tahun, Terpidana Pemalsuan Surat Tanah di Jakbar Akhirnya Ditangkap
-
Kolaborasi Riset Diperkuat, Jakarta Dibidik Masuk Top 50 Global Cities pada 2030
-
Bawa Energi Positif, Persija Tambah Sponsor Baru di Tengah Musim
-
Pesan Pramono Anung di Ultah ke-12 Suara.com: Terus Inovatif hingga Perkuat Demokrasi Indonesia
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit
-
Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah