Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ditunjuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai pelaksana tugas (Plt) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB). Mahfud diminta kembali untuk mengisi kursi MenPAN RB bersamaan dengan pemerintah yang masih mencari pejabat definitif.
"Posisi Menpan RB dijabat oleh Plt bapak Mahfud ditunjuk untuk mengisi jabatan tersebut. Sembari, masih menunggu prosesnya untuk pengganti," kata Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini kepada wartawan, Jumat (15/7/2022).
Hal tersebut dilakukan karena masa jabat Mendagri Tito Karnavian sebagai MenPAN RB Ad Interim habis pada Jumat ini.
Dalam kesempatan yang sama, Faldo menuturkan kalau fungsi pemerintahan hingga saat ini masih berjalan dengan baik. Dengan penunjukan Mahfud sebagai Plt MenPAN RB, pemerintah berharap urusan terkait kementerian tersebut bisa berjalan lebih optimal/
"Kita tentu semua berharap, penunjukan ini akan menjaga performa dan capaian dari kementerian dalam beberapa waktu ke depan," tuturnya.
"Biasa proses seperti ini, tentu tidak bisa mengambil keputusan yang reaktif, yang paling penting itu substansinya semua terlaksana dengan baik."
Kursi MenPAN RB
Kursi MenPAN RB masih diisi oleh pejabat sementara setelah ditinggalkan oleh Tjahjo Kumolo yang meninggal dunia di RS Abdi Waluyo, Jakarta pada awal Juli 2022. Mahfud MD sempat menjadi MenPAN RB Ad Interim bahkan ketika Tjahjo masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Setelah masa jabatannya berakhir, pemerintah menunjuk Tito Karnavian untuk menjadi MenPAN RB Ad Interim hingga Jumat (15/7/2022).
Baca Juga: Saat Cangkul Tanah, Seorang Warga Temukan Benda Diduga Granat Nanas Aktif di Tajurhalang
Presiden Jokowi belum memutuskan secara resmi siapa pengganti definitif Tjahjo untuk duduk di kursi MenPAN RB.
Jokowi menyebut pihaknya masih memproses pengganti Tjahjo.
Lagipula, Kepala Negara masih menghormati masa duka karena wafatnya Tjahjo.
"Belum, masih dalam proses semuanya, kita juga menunggu, masih berduka," kata Jokowi usai menyerahkan bantuan sosial di Pasar Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022).
Berita Terkait
-
Oscar Lawalata Bangga Baju Rancangannya Disebut Mahal Oleh Jokowi
-
Undang Aktivis 98 ke Istana, Jokowi Minta Bantuan Terkait Permasalahan Tanah
-
Presiden Joko Widodo Undang Aktivis 98 ke Istana, Adian: Salah Satunya Bicarakan Resesi Global
-
Jokowi Panggil Aktivis 98 ke Istana Merdeka, Berbicara Hingga Satu Jam
-
Bukan Cuma Zulhas, Ada 4 Menteri Jokowi Rangkap Jabatan Sebagai Ketum Parpol
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
Terkini
-
Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS
-
DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru
-
Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific
-
Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?
-
Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang
-
Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap
-
Update Arus Mudik H-3 Lebaran 2026: Tol Kalikangkung Tembus 3.000 Kendaraan per Jam
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih
-
Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer, Desak Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus