Suara.com - Manah (57), tewas tertimbun pondasi rumah yang roboh di Kampung Salabenda Bot RT02/RW, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Pondasi robih berada di atas dapur rumahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas mengatakan kejadian dilaporkan pukul 18.00 WIB sehingga petugas segera meluncur ke lokasi.
"Kami langsung meluncur setelah mendapatkan laporan. Sudah dicek, korban hanya satu orang dan sudah terlihat meninggal, tapi belum selesai dievakuasi," katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (15/7/2022) malam.
Theofilo menuturkan, proses evakuasi cukup menemukan tantangan karena reruntuhan bangunan cukup besar-besar sehingga badan korban belum bisa diangkat.
Pantauan di lokasi, sejumlah petugas BPBD dibantu Polsek Bogor Barat, dan warga sekitar hingga pukul 20.15 WIB, masih melakukan pembersihan dan berusaha mengangkat material reruntuhan.
Seorang saksi mata yang juga merupakan keponakan korban, Yoyoh (51) mengatakan kejadian begitu cepat sekitar pukul 17.30 WIB sehingga kemungkinan korban tidak bisa menyelamatkan diri.
Yoyoh melihat suami korban Hamid dan seorang anak laki-lakinya Andriansyah (25) yang masih tinggal bersama, serta anak perempuannya yang tinggal di sebelah rumah mereka menangis ke luar.
Sempat terdengar ada teriakan Manah dari dalam dapurnya. Ternyata, Bibinya itu tertimpa bangunan rumah Jujun yang berada di atasnya.
Bangunan menimpa dapur dan kamar kosong di rumah pasangan Manah dan Hamid itu.
Lokasi bencana rumah tertimbun bangunan rumah tetangga ini berada di bawah jalan umum kampung Salabenda Bot. Cuaca hujan deras pada pukul 17.00 WIB diduga membuat bangunan rumah Jujun roboh.
Hingga dua jam evakuasi ini, cuaca masih hujan ringan mengiringi petugas melakukan evakuasi. (Antara)
Berita Terkait
-
Viral Video Peti Mati Jenazah Brigadir J Digebrak-gebrak Ayah dan Ibunya Sambil Menangis Histeris: Mana Anakku!
-
Begini Kronologis Nenek di Madiun Tewas Dicangkul Cucunya Sendiri
-
Brigadir J Tewas Penuh Misteri, Anggota Fraksi PDIP: Menodongkan Pistol Seharusnya Pengancaman Bukan Pelecehan
-
Lompat ke Sungai saat Digerebek Polisi, Bandar Narkoba di Tulang Bawang Ditemukan Tewas Tenggelam
-
Kakek di Pasar Kemis Tangerang Gagal Nyalip, Cucu Tewas Terlindas Truk
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran
-
Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem
-
Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan
-
Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang
-
Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek
-
Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program
-
Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop
-
Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai