Suara.com - Waspada cuaca ekstrem di Bone Bolango, Gorontalo. Hal itu disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
BPBD mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana alam.
Kepala BPBD Kabupaten Bone Bolango Achril Babyonggo mengatakan selama tiga hari ke depan diperkirakan masih akan terjadi hujan di hampir seluruh daerah di Bone Bolango.
"Kami mengimbau untuk waspada bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor," ujarnya.
Ia mengungkapkan untuk banjir, seluruh kecamatan berpotensi terjadi, sedangkan tanah longsor di Kecamatan Bulango Utara dan Bone Pesisir.
Achryl menjelaskan pihaknya telah melakukan analisa bencana sejak akhir Tahun 2021.
Untuk wilayah yang sering terjadi banjir, kata dia, yaitu daerah yang berada di aliran Sungai Bone dan Sungai Bolango, sedangkan angin kencang dan longsor sering terjadi di wilayah Bone Pesisir.
Sebelumnya, pada Kamis (14/7) terjadi bencana banjir di Desa Tongo, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango.
Banjir bandang yang terjadi di Desa Tongo itu diakibatkan oleh hujan deras yang disertai angin dengan intensitas sedang hingga tinggi di bagian pesisir.
Baca Juga: 5 Tahun Menjabat, Anies Baswedan Disebut Belum Bisa Atasi Banjir di Jakarta
Warga terdampak banjir berada di Dusun I berjumlah 15 kepala keluarga (KK) atau 45 jiwa, Dusun II sebanysk 79 KK atau 249 jiwa, Dusun III 12 KK atau 48 jiwa dengan dua unit rumah hanyut, dua unit motor hanyut. Total terdampak 106 KK atau 342 jiwa.
"Untuk pembersihan lokasi pascabanjir, itu melibatkan anggota TNI dan Polri, Tagana Bone Bolango, Personel KSB Lumayi’o, masyarakat setempat, serta mahasiswa dari UG dan UNG juga ikut berpartisipasi," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Sisa Material Banjir Bandang Masih Selimuti Kawasan Muara Batang Kuranji
-
EMAS Temukan Cadangan Baru, Tambang Emas Pani Bertambah 445 Ribu Ons
-
Sekolah Belum Pulih, Ujian Siswa SDN Alue Lhok Digelar di Tenda Darurat
-
Teknologi Mobile X-Ray Fujifilm Bantu Pemulihan Layanan Kesehatan di Aceh Pascabanjir
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG