Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menegaskan, peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022, harus menjadi momentum untuk mewujudkan generasi emas 2045.
Ia menyebut, generasi emas diharapkan menjadi generasi unggul, bermartabat, mampu menguasai, memanfaatkan perkembangan sains dan teknologi, serta memiliki karakter nilai-nilai ideologi Pancasila dan nasionalisme.
"Tugas kita mewujudkan generasi emas di tengah pandemi COVID19 dan tantangan peradaban baru belum selesai. Hari anak harus jadi momentum untuk saling memperkuat komitmen, sinergi, dan kolaborasi wujudkan generasi emas 2045," kata Moeldoko.
Menurutnya, mewujudkan generasi emas dibangun dengan sistem perlindungan dan pemenuhan hak Anak sejak dalam kandungan. Untuk itu, ujar dia, pemerintah telah merancang road map untuk melahirkan generasi-generasi unggul melalui berbagai program dan kebijakan.
Moeldoko mencontohkan, program Manajemen Talenta Nasional, Inpres Jaminan Persalinan (Jampersal), Perpres percepatan penurunan stunting, Perpres penanggulangan tuberkulosis, hingga Perpres penanganan kekerasan pada anak.
"Itu semua wujud nyata keseriusan Presiden Jokowi dalam menciptakan generasi unggul," katanya.
Moeldoko juga memastikan, melalui Peraturan Pemerintah No 78/2021, negara juga hadir untuk anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Seperti anak berhadapan dengan hukum, menjadi korban jaringan terorisme, korban kekerasan dan kejahatan seksual, dan menjadi korban dalam situasi darurat atau bencana
Pada kesempatan itu, Panglima TNI 2013-2015 menyampaikan apresiasi kepada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, yang telah bekerja keras menurunkan stunting, kekerasan, perkawinan usia anak, dan penurunan pekerja anak.
"Termasuk capaian vaksin anak yang juga sangat luar biasa. KSP mengapresiasi kerja keras semua stakeholder yang terlibat," tuturnya.
Baca Juga: Sekolah Cendekia Baznas Luncurkan Buku Dari Anak Indonesia untuk Anak Indonesia
"Tantangan kita masih besar untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia menjadi generasi unggul. Untuk itu, mari kita pastikan anak Indonesia terlindungi. Selamat Hari Anak Nasional 2022," kata Moeldoko.
Berita Terkait
-
Moeldoko Kenang Try Sutrisno: Sosok Panglima Agitator yang Bakar Semangat Prajurit
-
Qodari Ungkap Perbedaan KSP Era Baru: Lebih Fokus pada Verifikasi Lapangan dan Pendekatan Holistik
-
Semarak Perlombaan dan Talenta Singa di Perayaan Hari Anak Nasional 2025 Karawang
-
Peringatan Hari Anak Nasional, Ketum TP PKK: Penting Perkuat Pendidikan Anak Sambut Indonesia Emas
-
BRI Life Bangun Generasi Penerus Bangsa Melalui Hari Anak Nasional 2025
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
Terkini
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS
-
ASN Jakarta Malas Kerja Usai WFA Siap-siap Disanksi, Pramono Anung: Tak Ada Keringanan!
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat
-
Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia