"Cuma di sinetron proses pelayanan rumah sakit mudah, gampang dan nyaman," sindir warganet lain.
"Sudah viral nanti minta maaf... ga bisa ambil pelajaran dari kasus-kasus sebelumnya..." kata warganet.
"Waduh alasan bpjs atau karena peralatan rs tak lengkap," imbuh warganet lain.
"Di IGD biasanya diberlakukan triase.. yang gawat dan darurat ditangani duluan.." jelas warganet, menduga penyebab pasien itu sampai tak kunjung dilayani oleh tim medis yang bertugas.
Penjelasan Triase Gawat Darurat Medis
Melansir Hello Sehat, dalam prosedur di dunia kedokteran dikenal sistem triase gawat darurat medis. Dengan sistem ini, dokter dan tim medis memang diharuskan untuk mendahulukan pasien-pasien yang kondisinya dianggap lebih gawat daripada yang lain.
Konsep triase ini membagi pasien menjadi tiag kategori, yakni imemdiate, urgent, dan non-urgent. Selain itu, sistem juga akan memilih pasien berdasarkan kondisi ketika masuk ruang perawatan dengan menggunakan kode-kode warna, yakni merah, kuning, hijau, putih, dan hitam.
Lalu apa makna dari masing-masing kode warna ini? Untuk penjelasan selengkapnya dapat dibaca di sini.
Tag
Berita Terkait
-
Dua Pria Ngaku dari Media Pergoki Mobil Plat Merah Tetap Dipakai di Hari Minggu: Saya Salah Apa?
-
Keras! Ridwan Kamil Sarankan Baim Wong Cabut Pendaftaran HAKI Citayam Fashion Week: Biarlah Mereka Sendiri, Bukan Anda
-
Nenek-nenek Penjual Ikan Sepi Pembeli Lihat Pedagang Lain yang Laris: Jangan Putus Asa!
-
Foto Jadul Pedagang di Jakarta Tahun 1926 Jadi Sorotan, Publik Salfok Lihat Minuman Ini
-
Viral Oknum Suporter Persib Bandung Tendang Suporter Persija Jakarta, The Jak Mania Langsung Penuhi Stasiun Manggarai
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel