Dukungan untuk proyek ibu kota negara baru?
Hal kedua yang bisa dilihat dari lawatan-lawatan Jokowi menurut Dr Randy adalah kebutuhan terkait ibu kota negara baru (IKN).
"Misalnya setelah Jokowi ke pertemuan G7, ke Ukraina dan Rusia, ia pulang lewat Timur Tengah, mampir [bertemu dengan pemerintah Unit Emirat Arab]. Itu yang ada di mejanya, kebutuhan uang untuk membiayai untuk IKN."
"Jadi mungkin dalam pertemuan dengan China dan Jepang, dugaan saya lebih ke urusan IKN," katanya seraya merujuk pada peran China dalam pembangunan ibu kota baru di Mesir yang sudah berlangsung sejak 2015.
"Dan nyatanya sampai saat ini, di dunia ini, yang punya ketertarikan dan setidaknya punya bukti nyata untuk berinvestasi di pembangunan proyek infrastruktur ibu kota ya China," ujarnya.
Pendekatan Indonesia ke China terkait IKN menurut Dr Randy bisa dipahami dalam konteks "balancing power" setelah di awal pembangunan IKN, Indonesia lebih banyak menggandeng negara Timur Tengah.
"Supaya Indonesia tidak terlalu bergantung kepada salah satu pihak saja yang pasti berisiko."
Alasan pragmatis ini juga dilihat oleh Dr Engel di balik kepergian Jokowi ke Jepang dan Korea usai lawatannya ke China.
Menurutnya, Jepang dan Korea Selatan adalah investor utama dan mitra pembangunan di Indonesia dan berperan penting bagi pengembangan pertahanan dan keamanan.
Selain itu, Dr Engel juga melihat alasan "simbolis" yang mencerminkan kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan menegaskan bahwa Indonesia tidak memihak negara mana pun.
Baca Juga: Presiden Jokowi Bahas Akses Pasar CPO Hingga Produk Turunan Porang dengan Pemerintah China
Hal ini terlihat saat Presiden Jokowi yang tidak hanya mengunjungi Ukraina, tapi juga mengunjungi Rusia di tengah kedua negara sedang bertikai.
Indonesia adalah salah satu mitra dagang terbesar China, dengan jumlah impor produk China dari Indonesia di semester pertama tahun 2022 melonjak 34,2 persen, terbesar setelah Rusia.
Dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Beijing, China menyatakan komitmennya untuk mengimpor tambahan satu juta ton minyak sawit mentah dari Indonesia.
Berita Terkait
-
Viral Sikap Istri PM Malaysia Tolak Salaman dengan Xi Jinping Tuai Pujian, Patuhi Ajaran Islam
-
Beda Adab Kaesang-Erina vs Anak Presiden Xi Jinping: Bak Bumi Langit, Dibongkar Warga China Langsung
-
KTT Tiongkok-Uni Eropa Bakal Berlangsung Besok, Sektor Otomotif dan EV dengan Subsidi dari Pemerintah Jadi Topik Penting
-
Terbang ke China Hari Ini, Jokowi Bakal Temui Presiden Xi Jinping
-
China akan Tindak Tegas 'Kekuatan Musuh' usai Meluasnya Protes Covid pada Akhir Pekan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis