Suara.com - Para remaja yang menjadi pentolan Citayam Fashion Week sering kali dipandang sebelah mata.
Namun siapa sangka, salah satu pentolan Citayam yakni Bonge yang bernama Eka Satria Saputra adalah seorang pekerja keras dari kecil.
Bonge sendiri merupakan nama singkatan dari Bojong Gede yang merupakan tempat kelahirannya.
Bekerja Sejak Belia
Pada sebuah acara di televisi, Bonge menyatakan bahwa dia sudah ditinggal oleh sang ayah untuk selamanya sejak usia tiga bulan.
"Bonge tuh enggak pernah ketemu ayah, soalnya kan ayah meninggal dari umur tiga bulan," ungkap Bonge.
Bonge yang putus sekolah pada kelas 3 Sekolah Dasar (SD) menyatakan bahwa keluarga memang tak bisa membiayai sekolahnya.
Dengan begitu, Bonge memutuskan untuk putus sekolah dan menjadi pengamen.
"Akhirnya orangtua Bonge enggak punya biaya, akhienya Bonge paksain lah keluar dari sekolah akhirnya jadi pengamen," tambahnya.
Baca Juga: Jeje Slebew Ngamuk Dimintain Foto, Tanggapan Prilly Latuconsina Jleb Banget!
Menurunya, Bonge mengamen untuk membantu biaya hidup keluarga.
Ibunya yang menikah kembali masih merawatnya dengan baik, bahkan dia menganggap ayah tirinya bak ayah kandung.
Berbeda dengan dirinya, adik-adiknya kini bersekolah dari biaya ngamennya dan dari ayah sambungnya tersebut.
Lebih lanjut dia menyebutkan ingin melanjutkan sekolah formal.
"Cita-citanya mau bahagiain orangtua, kalai apa aja yang penting halal gitu," imbuhnya lagi.
Video Bonge tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar
-
Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Jabar Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp, Jakarta Kapan?
-
Bukan 3 Orang, Ternyata Kejagung Kasasi 8 Bankir yang Divonis Bebas di Kasus Sritex
-
Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose
-
Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku
-
15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak
-
Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos