Suara.com - Siswa di Durgapur, Benggala Barat, India kecanduan menghirup dan meminum air rebusan kondom.
Pada sebuah sebuah laporan, para siswa tidak menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi tetapi untuk tujuan yang tak lazim.
Melansir dari Indiatimes, para siswa merendam kondom dalam air panas dan meminum cairannya. Cairan tersebut membuat mereka mabuk yang berlangsung 10 hingga 12 jam.
Menurut laporan di News 18, penjualan kondom berasa meningkat tajam di beberapa lingkungan Durgapur, termasuk Pusat Kota Durgapur, Bidhannagar, Benachiti, dan Muchipara, Zona C, dan Zona A.
Dalam hal ini, seorang penjaga toko menemukan alasan lonjakan tersebut setelah menanyai pembeli reguler. Bukan untuk kontrasepsi melainkan untuk mabuk-mabukan.
"Dulu, tiga sampai empat bungkus kondom terjual setiap hari. Dan sekarang kondom langsung ludes dari toko," ujar penjaga toko yang tak mau disebutkan namanya.
Menurut seorang guru kimia, Nurul Haque menyebutkan bahwa merendam kondom dalam air panas dalam waktu yang lama bisa memecah molekul yang membuat mabuk.
"Memerendam kondom dalam air panas untuk waktu yang lama memecah molekul organik besar dan menciptakan senyawa alkohol. Senyawa ini membuat remaja mabuk," kata Nurul Haque yang mengajar di Sekolah Model Durgapur RE College .
Inspektur Dhiman Mandal dari rumah sakit Durgapur, mengatakan kepada bahwa memang ada beberapa jenis senyawa kondom yang membuat mabuk.
“Ada beberapa jenis senyawa aromatik di dalam kondom. Alkohol diproduksi dengan cara memecahnya. Senyawa aromatik ini juga ditemukan di dendrit," ujar Mandal.
"Dengan ini, kondom masuk dalam daftar barang yang mudah didapat yang tidak mungkin menjadi kandidat untuk penyalahgunaan zat, seperti minum sirup obat batuk, pembersih tangan, aftershave, mengendus lem, cat, cat kuku, pemutih, dan bahkan makan Iodex di atas roti," tambahnya.
Polisi Benggala Barat belum bereaksi terhadap masalah ini, namun, petugas di Hyderabad baru-baru ini menyatakan bahwa mereka tidak dapat membuat pecandu minuman kondism sama seperti pecandu narkoba.
Hal ini disebabkan karena tidak ada peraturan yang relevan dalam KUHP India mengenai mabuk air rebusan kondom.
Berita Terkait
-
Penampakan Jembatan Apung Pertama di Waduk Jangari Cianjur, Panjang 2 Kilometer dan Lebar 4 Meter
-
Aksi Penumpang Wanita Kawal Ojol yang Alami Ban Bocor Bikin Publik Salut, Rela Jalan Kaki Meski Gerimis
-
Tiktoker Mariam Hadid Ngaku Nabi Perempuan Pertama, Salat Berkostum Spiderman Ketat Berhijab hingga Goyangkan Payudara
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion