Suara.com - Media sosial saat ini sedang digegerkan dengan kisah yang disampaikan lewat Facebook dengan akun Johannes Siregar.
Kisah yang belakangan kembali diviralkan di berbagai platform itu mengungkap kegelisahan seorang bocah berusia 12 tahun. Ia mengaku menjadi korban pemerkosaan tetapi pelaku kejahatannya tak kunjung ditangkap.
Bunga, bocah malang itu, mengaku sudah melaporkan peristiwa pilu yang dialaminya sejak 1 Juni 2022 lalu. Berbagai proses pemeriksaan juga telah dilakoni, tetapi tetap tidak ada titik terang untuk keadilannya.
"Bapak Kapolda Sumatera Utara, saya anak umur 12 tahun yang telah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan lebih dari satu kali," ungkapnya, seperti dikutip Suara.com dari akun Instagram @andreli_48 yang mengunggah ulang kisah tersebut, Sabtu (30/7/2022).
Ia mengaku sudah membuat laporan ke Polrestabes Medan dengan nomor Lp/B/1733/VI/2022/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMUT tertanggal 1 Juni 2022.
"Sampai sekarang para pelaku belum di tangkap," ujarnya. "Tapi semua pemeriksaan sudah saya lakukan."
"Mohon Bapak Kapolri tunjukkan keadilan bagi saya yang bodoh hukum dan masyarakat miskin ini, sehingga ada keadilan bagi saya," sambungnya.
Lewat postingan yang sama, pemilik akun Facebook juga tampak mengunggah foto surat dengan kop Polrestabes Medan dan tampak telah ditandatangani oleh pejabat terkait.
Kisah ini tentu mendapat perhatian banyak pihak. Warganet terlihat bersama-sama mendesak agar permasalahan ini bisa segera dituntaskan.
"Dan terjadi lagi..." sindir warganet.
"Yuk viralkan dulu biar ada tindakan," imbuh warganet lain dengan tidak kalah pedas.
"Semoga kasusnya segera ditindaklanjuti dan terungkap para pelakunya.. kasian psikologis anak kecil itu pasti terguncang hebat," komentar warganet.
"Maaf.. kek nya tiap hari ada berita kayak gini. Tolong lah yang mengatasnamakan manusia tapi gak punya otak, daripada hancurin masa depan para anak-anak.. mending jajan diluar," tutur warganet.
"Lambat!!! Giliran pelakunya dibikin mamp*s eh yang mamp*sin nya nanti jadi tersangka," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
-
Video Viral Driver Ojol Dapat Kado Ultah dari Penumpang Bikin Terharu Netizen: Sehat Selalu Orang Baik
-
Dianggap Tidak Good Looking, Pengantin Wanita Dipermalukan Calon Suami dan Ibu Mertua di Pelaminan, Pernikahan Bubar
-
Kominfo Tuai Kecaman Usai Blokir Steam hingga PayPal, Publik Heran Judi Slot Malah Masih Bisa Diakses
-
Sat Set! Lagi Salat Jumat, 2 Bocah Ini Terekam Santai Ambil Barang-barang di Dasbor Motor di Parkiran
-
Masih Terlalu Kecil, Bocah Ini Hanya Memandangi Keranda Ibunya dan Tak Mengerti Sudah Ditinggal untuk Selamanya
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam