Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB), Afriansyah Ferry Noor, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin mengulang hal yang sama dengan tidak lolos ke parlemen di Pemilu 2024 mendatang. PBB tak mau lagi kehilangan kader-kadernya.
Hal itu disampaikan Ferry usai memimpin langsung pendaftaran PBB ke KPU sebagai calon peserta Pemilu 2024, Senin (1/8/2022).
"Memang pengalaman kemarin 3 periode pertama karena memang kami tidak lolos langsung sehingga kader-kader terbaik PBB pindah ke partai-partai lain. Ini pengalaman yang jelek buat kita, oleh karena itu sekarang ini kami tidak lagi mau terulang," kata Ferry.
Ferry lantas membeberkan strategi PBB untuk Pemilu 2024. Salah satunya dengan merekrut para anak muda bergabung menjadi kader.
"Kita juga melakukan rekrutmen melalui teman-teman pemuda bulan bintang yang kita minta untuk merangkul kekuatan milenial anak-anak muda yang punya potensi, mahasiswa, pemuda, pelajar yang memang punya hak pilih," tuturnya.
"Dan sekarang mereka punya program berbagai macam program seperti bakti bakti sosial, kemudian program-program yang menyentuh kepada massa milenial ini dan memang dengan banyaknya partai persaingan ini semakin keras, semakin kuat," sambungnya.
Lebih lanjut, Ferry menyebut target PBB di Pemilu 2024 tak muluk-muluk yakni lolos Parliamentary Threshold 4 persen atau setara 25 kursi di DPR RI.
"Saya sudah meminta kepada Bapilu pusat untuk melakukan mapping. Karena PBB 99-2009 pernah berjaya, pernah punya kursi di DPR-RI. Jadi kursi ini akan kita ambil kembali, kita gali kembali," tandasnya.
Baca Juga: Ingin Bertarung di Pemilu 2024, Farhat Abbas Daftarkan Pandai ke KPU RI
Berita Terkait
-
Ketua KPU Sebut 9 Parpol Mendaftar pada Hari Pertama Tahapan Calon Peserta Pemilu 2024
-
Ingin Bertarung di Pemilu 2024, Farhat Abbas Daftarkan Pandai ke KPU RI
-
Ingin jadi Pemenang Pemilu 2024, NasDem Targetkan Masuk Dua Besar Partai Suara Terbanyak
-
9 Parpol Daftar Pemilu 2022 di Hari Pertama, Ini Rinciannya
-
Daftarkan Partainya ke KPU buat Pemilu 2024, Wamenaker: Mudah-mudahan Jabatannya Bisa Bermanfaat Bagi PBB
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji