Mark Harvey Sutton dari Australian Live Export Council mengatakan pentingnya Australia untuk menawarkan vaksin PMK ke Indonesia.
Bulan lalu saat berkunjung ke Indonesia, Menteri Pertanian Australia sudah menyatakan komitmennya untuk memberikan satu juta dosis vaksin PMK dan akan tiba pada awal bulan Agustus ini.
"Indonesia adalah mitra pasar penting bagi kita dan juga pasar yang paling bernilai. Karena kedekatannya, [Indonesia] akan terus menjadi pasar paling penting kita.
Sejumlah langkah pencegahan di Australia
Di Australia, wabah PMK dari Indonesia dan cara pencegahannya terus menjadi sorotan.
Mulai dari unjuk rasa ratusan petani di negara bagian Victoria yang mendesak agar perjalanan non-rekreasi dihentikan hingga penerapan aturan biosekuriti paling ketat dalam sejarah Australia.
Penutupan perbatasan dengan Indonesia juga menjadi komoditi politik di parlemen Australia saat pihak oposisi terus mendesak Pemerintah Australia untuk melakukannya.
Saat karpet sanitasi digelar di bandar udarabagi penumpang asal Indonesia, seperti yang dilakukan di kota Perth, denda juga diberlakukan bagi mereka yang tidak melaporkan membawa makanan dari Indonesia.
Pemerintah negara bagian Victoria juga telah membentuk satgas Penyakit Darurat Hewan untuk mempersiapkan dari serangan wabah PMK.
Para pakar di Australia sebelumnya sudah memperingatakan kerugian hingga miliaran dolar jika penyakit hewan ternak masuk ke negaranya.
Baca Juga: Mengapa Oposisi Australia Terus Mendesak Penutupan Perbatasan dengan Indonesia?
"Kami ingin fokus dan menargetkan tanggapan pemerintah pada berbagai hal yang perlu dilakukan dalam kesiapan dan pencegahan wabah," kata Gayle Tierney, Menteri Pertanian negara bagian Victoria.
"[Satgas] akan melihat beberapa hal, seperti mengembangkan rencana tanggapan dan akses pada peralatan pelindung diri yang memadai, sertapasokan untuk pengetesan, penelusuran, penghancuran, pembuangan, dan vaksinasi," tambahnya.
Laporan tambahan Jane McNaughton dari ABC Vic Country Hour.
Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi untuk ABC Indonesia.
Berita Terkait
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Resmi Gabung Girona, Marc-Andre ter Stegen Ungkap Pesan Menyentuh
-
Miris Lihat Tunjangan Pegawai Pengadilan Rp400 Ribu, Habiburokhman: Ini Ngeri-ngeri Sedap!
-
KPK Ungkap Uang Rp2,6 M dalam Karung, Bukti Dugaan Pemerasan Bupati Pati Sudewo
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun 21 Januari 2026, Cabai Merah Besar Anjlok 10 Persen
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 Kapan Ditutup? Ini Batas Waktu Krusial dan Risikonya
-
Cuaca Buruk Hambat Evakuasi ABK KM Bintang Laut, Tim SAR Fokus Selamatkan Korban di Perairan Arafura
-
Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan dalam Kasus Dugaan Kesaksian Palsu Direktur PT WKM
-
Kejagung Masih Dalami Dugaan Tindak Pidana 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Buntut Banjir Sumatra
-
Soroti Tata Kelola Aset dan Karier Jaksa Daerah, DPR Minta Kejagung Lakukan Pembenahan Menyeluruh
-
Berdiri di Atas Tanah Kemenhan, Nusron Wahid Cabut HGU Raksasa Gula Sugar Group Companies
-
Akhirnya Diperbaiki, 'Jebakan Batman' Jalan Juanda Depok yang Bikin Celaka Pengendara
-
Fadli Zon Sebut Pemerintah Tak Intervensi Urusan Keraton Solo: Fokus Kami Hanya Cagar Budaya
-
Tim Peneliti Ijazah Jokowi Buka Suara, Sebut Dokumen KPU Harusnya Sah Diuji Publik
-
Dari Kopi, Nongkrong, Lalu Investasi: Strategi Indonesia Pikat Investor di WEF Davos 2026