"Kita tidak tahu kapan perang akan terjadi dan tempat perlindungan ini bisa menyelamatkan kita."
"Perang itu brutal."
"Kami tidak pernah mengalami hal tersebut sebelumnya jadi kami tidak pernah siap."
Kekhawatiran dengan ketersediaan kebutuhan pokok
Bulan lalu Taiwan mengadakan latihan menghadapi serangan udara menyeluruh untuk pertama kalinya setelah pandemi COVID-19 menyebabkan latihan sebelumnya terganggu.
Warga mendapat pemberitahuan bahwa bila ada serangan rudal, mereka harus mendatangi tempat perlindungan seperti tempat parkir di bawah tanah.
Mereka diinstruksikan untuk menutup mata dan telinga dengan kedua tangan mereka, dan tetap membiarkan mulut terbuka untuk meminimalkan dampak dari ledakan.
Beberapa pegiat pertahanan sipil mengatakan masih ada beberapa hal yang harus dilakukan.
Menurut UU yang ada, pihak berwenang harus membuat tempat perlindungan itu bersih dan terbuka namun tidak harus diisi dengan persediaan seperti makanan dan minuman.
Bulan Juni, para peneliti yang bekerja di parlemen mendesak agar tempat perlindungan itu menyediakan juga pasokan kebutuhan pokok.
Baca Juga: China-Taiwan Makin Panas, Sri Mulyani: Ekonomi Dunia Makin Terguncang
Namun anggota parlemen dari Partai Progresif Demokratik, Wu Enoch, mengatakan warga sendiri yang harus membawa bahan-bahan untuk bertahan hidup ketika mereka mendatangi tempat perlindungan.
"Yang penting adalah apa yang Anda bawa ke sana untuk bertahan lama di dalamnya," katanya.
Banyak warga Taiwan tampaknya pasrah dengan kemungkinan adanya serangan China.
"Saya tidak stress sama sekali," kata Teresa Chang yang tinggal di Taipei.
"Saya melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa."
"Yang akan terjadi, biarlah terjadi."
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News.
Berita Terkait
-
OJK Panggil PT Toyota Astra Financial Services, Apa Kasusnya?
-
Digital Edge Kucurkan Investasi Rp73 Triliun, Bangun Kampus Data Center AI Terbesar
-
AI Fisik Jadi Tren Teknologi Terbesar 2026, Computex Hadirkan Inovasi Robot Masa Depan
-
Jakpro Buka Tender Sponsor Raksasa untuk Naming Rights JIS 5 Tahun
-
5 Zodiak yang Dikenal Paling Malas, Ada yang Hobi Menunda hingga Kaum Rebahan
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Terjerat Judi Online, Anak-Anak Disebut Sampai Mencuri dan Berutang Pinjol
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Perang Meluas! Iran Bombardir Bahrain, Kuwait, dan Yordania, Sasar Pangkalan AS
-
Ada 24 Nama Diduga Terkait Korupsi MBG, Mayoritas dari Kalangan Legislatif
-
Judi Online pada Anak Bukan Kenakalan, Melainkan Eksploitasi Digital
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Nama AHY Dikaitkan Kasus BGN, Demokrat Tegaskan Itu Fitnah
-
Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
-
BBM Naik, Pramono Optimistis Warga Jakarta Bakal Beralih ke Transportasi Umum
-
Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serukan Tangkap Perempuan dan Anak-anak di Lebanon!