Suara.com - SMAN 58 Ciracas, Jakarta Timur sempat membuat geger masyarakat sekitar bulan April 2020 lalu. Penyebabnya, ada seorang guru berinisial TS mengajak siswanya untuk tidak memilih calon non-muslim pada pemilihan Ketua OSIS.
Kasus ini sempat disinggung kembali oleh Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta saat memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) DKI untuk membahas soal diskriminasi di sekolah.
Kepala Disdik DKI, Nahdiana menjelaskan saat ini pihaknya sudah menjatuhkan sanksi kepada TS dengan melakukan mutasi.
"Ketika ada larangan tidak boleh memilih ketua Osis (beragama non-muslim), gurunya sudah diberikan sanksi, ada mutasi," ujar Nahdiana kepada wartawan, Kamis (11/8/2022).
Nahdiana mengatakan awalnya Disdik DKI Jakarta hanya memberikan sanksi disiplin. Namun, setelah mendapatkan masukan ia memutuskan untuk menambah sanksinya jadi mutasi.
"Karena ada masukan untuk tidak cukup dengan hukuman disiplin," tuturnya.
Terkait pemilihan Ketua OSIS saat itu, instruksi TS disebutnya tak memberikan pengaruh banyak. Akhirnya, pemilihan berlangsung lancar dan calon terpilih adalah siswa non-muslim.
"Namun, faktanya, Ketua OSIS terpilih dari anak yang non-muslim," ucapnya.
Sebelumnya, beredar di media sosial tangkapan layar mengenai seorang guru di SMAN 58 Jakarta Timur melakukan tindakan rasis. Ia melarang siswanya memilih calon non muslim saat pemilihan Ketua OSIS.
Baca Juga: Harus Waspada! Inilah 5 Hal yang Bisa Membuat Hubunganmu Rusak
Dari tangkapan layar yang diterima, guru tersebut berinisial TS. Ia menyampaikan instruksi rasis itu dalam sebuah grup WhatsApp bernama Rohis 58.
Kepada anggota grup itu, TS meminta para siswa tidak memilih pasangan nomor urut 1 dan 2 karena agamanya.
"Assalamualaikum hati-hati memilih paslon 1 dan 2 calon non islam," kata TS dalam percakapan grup itu yang dikutip Suara.com, Selasa (27/10/2020).
TS bahkan sampai dilaporkan oleh orang tua siswa ke polisi setelah tangkapan layar percakapan di grup itu beredar. Belakangan, TS akhirnya membuat permintaan maaf lewat video.
Berita Terkait
-
Tegas! Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD DKI soal Kasus Rasis Oknum Guru SMAN 58
-
Guru SMAN 58 Rasis Salah, Wagub DKI: Tak Boleh Intervensi Pemilihan OSIS
-
Polisi Akan Panggil Guru yang Larang Murid Pilih Ketua OSIS Non-Islam
-
Ajak Murid Tak Pilih Ketua Osis Non-Muslim, Guru Ini Dilaporkan ke Polisi
-
Resmi! Guru SMAN 58 Jakarta Dipolisikan, Larang Pilih Ketua OSIS Buka Islam
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Jung Ho Yeon Susul Ryu Jun Yeol Dilirik Bintangi Serial Netflix 'Outback'
-
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia