Suara.com - Penulis novel The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan, Salman Rushdie, dikabarkan ditikam seorang pria di atas panggung saat hendak memberikan materi di sebuah acara di New York, Amerika Serikat, Jumat (12/8/2022).
Rushdie kerap menjadi penulis kontroversial usai Ayat-ayat Setan dikecam publik, khususnya umat Muslim di seluruh dunia. Karyanya ini bahkan sudah dilarang beredar dan dipublikasikan di Iran sejak 1988.
Profil dari Salman Rushdie ini tentu menjadi pembahasan menarik dan berikut informasi selengkapnya yang berhasil Suara.com rangkum.
Profil Salman Rushdie
Salman Rushdie lahir di Mumbai, India, pada 19 Juni 1947, yang berarti usianya saat ini 75 tahun. Ia merupakan sastrawan penting di akhir abad ke-20 yang dikenal dengan gaya tulisan campuran unik, yakni antara sejarah dan realisme magis.
Sebanyak 13 bukunya pernah memenangkan sejumlah penghargaan. Di antaranya, Booker Prize untuk Midnight's Children pada 1981 dan Booker of Bookers untuk novelnya pada tahun 1993.
Ia juga sempat merilis buku novel di tahun 1988, yakni The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan). Buku ini sangat kontroversial lantaran dinilai menghina Nabi Muhammad oleh mayoritas umat Muslim.
Dari penulisan buku ini, Salman Rushdie seringkali menerima kecaman keras dari banyak umat Muslim. Berbagai otoritas muslim, salah satunya Ayatollah Khomeni (pemimpin Iran), pun menyerukan agar Rushdie dibunuh karena tulisannya dinilai menyesatkan.
Pada tahun 1983, Rushdie terpilih menjadi anggota Royal Society of Literature, organisasi sastra senior Inggris. Ia juga diangkat sebagai Commandeur de l'Ordre des Arts et des Lettres of France pada 1999.
Baca Juga: Remaja Laki-laki Tewas Ditikam Orang Tidak Dikenal
Lalu, pada Juni 2007, Ratu Elizabeth II memberinya gelar kebangsawanan atas jasanya di bidang sastra. Pada tahun 2008, The Times menempatkannya di urutan ke-13 dalam daftar 50 penulis Inggris terbesar sejak tahun 1945.
Rushdie menetap di Amerika Serikat pada tahun 2000. Disana, ia dipilih sebagai Distinguished Writer in Residence di Arthur L. Carter Journalism Institute of New York University, tepatnya pada tahun 2015.
Rushdie juga sempat mengajar di Universitas Emory dan terpilih dalam American Academy of Arts and Letters. Pada tahun 2012, ia menerbitkan buku Joseph Anton: A Memoir, kisah hidupnya usai kontroversi buku The Satanic Verses.
Ditikam di Panggung New York
Seorang reporter Associated Press menyaksikan seorang pria menyerbu panggung acara dan menikam Salman Rushdie di bagian leher. Rushdie saat itu langsung terjatuh ke lantai.
Rushdie kemudian dikelilingi oleh sekelompok kecil orang yang mengangkat kakinya. Menurut seorang saksi, mereka terlihat mengirim lebih banyak darah ke tubuh bagian atas sastrawan itu.
Salman Rushdie segera dibawa ke rumah sakit menggunakan helikopter untuk mendapat pertolongan pertama usai insiden terjadi.
Adapun kondisi Rushdie saat ini, kata agennya, kehilangan sebelah penglihatannya, saraf lengan putus, lehernya juga disebut rusak parah. Sementara pelaku penyerangan sudah ditahan.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Tragis, Pasangan Pengantin Ditikam Saat Pesta Pernikahan
-
Terpopuler: Kekecewaan Publik kepada Kak Seto, Kepala RS LB Moerdani Merauke yang Tewas Dimakamkan
-
Cerita Ibu Gadis ABG yang Ditikam Perampok di Kamar Kos: Anak Saya Melawan
-
Misteri Sosok Pria Bermasker di Kamar Kos Gadis ABG Sebelum Ditikam, Saksi hanya Dengar Suara Minta Tolong
-
Gadis ABG Ditikam Bertubi-tubi di Kamar Kos Langkapura, Alami 10 Luka Tusukan di Leher dan Lengan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT