Suara.com - Cucu Mantan Presiden RI Soeharto, Ari Haryo Wibowo Harjojudanto atau Ari Sigit tidak mau ketinggalan dalam kontestasi politik di Indonesia.
Pada Minggu (14/8/2022). Ia mendaftarkan partai politik besutannya, yakni Partai Karya Republik (Pakar) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di partai itu ia menjabat sebagai ketua umum.
Ia optimistis partainya akan lolos verifikasi KPU dan bisa menjadi peserta pemilu 2024. Harapan Ari Sigit tak muluk. Jika bisa berkuasa, ia ingin melunasi utang negara Indonesia.
Seperti apakah sosok Ari Sigit sebenarnya? Berikut ulasannya.
Ari Sigit yang memiliki nama lengkap Ari Haryo Wibowo Harjojudanto, lahir pada 3 November 1971. Ia dikenal sebagai pengusaha dan juga salah satu cucu dari Presiden Soeharto yang pernah berkuasa selama 32 tahun di Indonesia.
Ari Sigit diketahui terjun ke dunia bisnis sejak 1990. Ketika itu ia menangani proyek pertamanya, yakni pembangunan kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
Setelah itu ia melebarkan sayap bisnisnya ke sejumlah sektor, di bawah kendali Grup Arha. Arha sendiri merupakan singkatan dari namanya, yakni Ari Harjo.
Sepanjang menggeluti dunia bisnis, Ari Sigit pernah menjajal berbagai sektor bisnis, seperti konstruksi, perdagangan distributor, property, hiburan hingga bsnis sarang burung wallet.
Salah satu impian Ari Sigir pada era 1990-an adalah membangun jembatan di Selat Sunda yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera.
Namun rencana spektakuler tersebut akhirnya tidak terlaksana karena terdampak krisis ekonomi.
Di dunia hiburan, Ari Sigit pernah menjajal sebagai musisi dan sempat menelurkan dua album. Salah satunya adalah album yang berjudul ‘Mungkinkan Kan Kembali’ yang rilis pada 1996.
Album tersebut sempat gencar di promosikan di sejumlah stasiun radio dan televisi, namun akhirnya harus berakhir dengan kegagalan, karena kurang bisa dterima oleh pasar.
Kehidupan pribadi
Menelisik kehidupan pribadinya, Ari Sigit diketahui suda menikah sebanyak tiga kali. Saat ini ia beristrikan Frederica Fransisca Callebaut. Ari Sigit menikah dengannya pada 13 September 2003.
Berita Terkait
-
4 Fakta Partai Cucu Soeharto Daftar KPU: Mau Bantu Kurangi Utang Negara sampai Usung Program dari Tiga Orde
-
Partai Karya Republik Besutan Cucu Soeharto Ingin Mengurangi Hutang Negara
-
Ari Sigit Cucu Soeharto Daftarkan Partai Karya Republik ke KPU
-
Daftarkan Partai Karya Republik ke KPU, Cucu Soeharto: Kami Ingin Mengurangi Utang Negara
-
Daftar 6 Penyanyi Tanah Air Langganan Istana Negara, Yuni Shara Sejak Era Soeharto
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
-
Sidang Hadirkan Saksi Mahkota, Pengacara Kerry: Tidak Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh Pertamina
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat