Suara.com - Bersosialisasi saat bertetangga memang perlu dilakukan. Namun tak semua orang bisa bersosialisai dengan tetangga karena pekerjaan.
Seperti curahan hati perempuan yang mengaku dinyinyiri oleh tetangganya karena jarang bersosialisasi.
"Tetangga-tetangga aku yang pengurus arisan pernah ngajak aku ngomong. Awal ngomong udah nyindir, dibilang kok enggak pernah kelihatan d dawis ya mbak, sesekali harusnya datang," curhatan perempuan tersebut di akun Twitter @seputartetangga.
Perempuan tersebut kemudian menjawab bahwa saat dia pindah dawis sudah mulai sehingga dia tak sempat ikut.
"Eh tahunya minta tolong pegang iuran sampah buat bantuin, bangke," tambahnya.
Tak hanya itu, perempuan tersebut menyatakan bahwa dia juga sempat terpaksa dijadikan sekretaris PKK.
"Padahal saya kerja, mana enggak diikutin grup, eh giliran lagi mau nyetor uang iuran sampah disuruh nyetor ke Pak RT, katanya lagi rapat pengurus, lah kocak," imbuhnya lagi.
Sementara menjelang agustusan, paving perumahan dicat oleh lingkungan namun paving di depan rumahnya tak dicat sama sekali.
"Aku salah apa, disindir-sindir mulu supaya aktif jadi ketua lomba, saya kerja euy sadar beban, yakali cari muka sok-sokan jadi ketua padahal pulang kerja minimal jam 6," ungkap perempuan tersebut.
Baca Juga: Kitab yang Dipelajari Gus Samsudin di Pesantren Terbongkar, Ternyata Kitab Sihir dan Perdukunan
Curhatannya malah mengundang berbagai pro kontra dari warganet.
"Aku dan suami sama-sama kerja, tinggal berdua plus anak 1 umur 4 bulan tanpa ART. Kerja 6 hari seminggu shift panjang. Kalau weekend kadang ke rumah ortu. Ini kami masih sempat sosialisasi, ikut PKK wlaupun kadang izin, nyapa-nyapa tetangga. Sender sesibuk apa si, apa kerjanya 24 jam?" komentar warganet.
"Mbaknya lebih cocok tinggal di apartemen kayaknya daripada di kampung," imbuh warganet lain.
"Orang beda-beda sih, terkadang emang ada yang energinya habis setelah kerja seharian dan enggak bisa bersosialisasi," tambah lainnya.
"Sanksi sosial akibat jarang srawung ya gitu, di sini banyak isteri-isteri yang kerja pagi pulang sore bahkan kena shift malam juga ya tetep srawung," tulis warganet di kolom komentar. Hal-hal kayak gini mending dikomunikasikan.
"Nyoba dikomunikasikan dulu nder. Kayak pas berangkat PKK nyoba ngomong ke ibu-ibu tentang keadaan sender. Terus minta saran gimananya sama ibu," timpal lainnya.
Saat berita ini dibuat, curhatan tersbeut telah disukari ratusan kali dengan puluhan komentar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan
-
Jokowi Siap 'Turun Gunung' Lagi Demi PSI, Ini Daftar Provinsi yang Akan Segera Dikunjungi
-
Waduh! AS Ancam Bom Oman, Berpotensi Ciptakan Perang Baru
-
Polisi Usut Pelecehan Santriwati di Pekalongan, Korban Lain Jangan Takut Melapor
-
AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz
-
Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya
-
Ribuan Pil Berbahaya Disita dari Tiga Lokasi di Tanah Abang, Tiga Pengedar Diringkus
-
Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029
-
Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat
-
Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan