Suara.com - Pasangan suami istri (pasutri) dikeroyok oleh segerombolan pemuda yang memakai jersey sepak bola.
Pasutri tersebut mengalami penganiayaan padahal si istri tengah menggendong anak mereka.
Video pengeroyokan tersebut viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @terang_media.
Pada video tersebut, para pemuda yang diketahui adalah pemain bola Jeneponto, Sulawesi Selatan mengeroyok pasutri yang duduk di gubuk pinggir jalan.
Menurut keterangan video, para pemain bola itu memukul, menginjak bahkan menggunakan balok kayu hingga batu.
Selain mengeroyok pasutri tersebut, klub sepakbola ini juga diduga merusak mobil korban. Parahnya lagi, mereka mengeroyok saat korban menggendong anaknya.
Saat berita ini dibuat, belum diketahui penyebab pengeroyokan pasutri di Jeneponto tersebut. Pihak kepolisian masih mendalami dan pelaku masih diperiksa di Polsek Bangkala.
Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Jangan damai, meskipun lawan anak-anak pemain bola karena kalian gendong anak lebih kecil dan mereka berniat membunuh terlihat dengan sudah menggunakan balok kayu dan batu," komentar warganet.
Baca Juga: Viral Peserta Orientasi Mahasiswa Panik gara-gara Filter Bulu Mata Cetar, Cosplay Syahrini?
"Pakai kayu balok dan batu, kalau ini sih udah niat membunuh, jangan mau berdamai bapak/ibu yang dikeroyok," tambah lainnya.
"Masih ada aja kasus begini ya Allah," imbuh warganet lain.
"Biadab! Apapun kesalaham pasutri itu, club sepakbola ini harus dipenjarakan," tulis warganet di kolom komentar.
"Percobaan pembunuhan dan pemukulan anak kecil, harus lama ini kasus," timpal lainnya.
Saat berita ini dibuat, video tersebut telah ditonton ribuan kali dengan puluhan komentar dari warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan