Suara.com - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (Sekjen DPP PAN) Eddy Soeparno menjelaskan soal nama Ketua DPP PDIP Puan Maharani muncul sebagai bakal calon presiden (bacapres) hasil Rakernas PAN.
Menurutnya, nama Puan muncul banyak disuarakan dari DKI Jakarta serta Jawa Tengah. Terlebih untuk Jawa Tengah memang menjadi basis massa pendukung Puan dan hal itu dinilai wajar.
"Jadi kemarin ada sembilan nama yang dikeluarkan di antara pimpinan parpol yang bukan KIB itu mba puan, keluarnya nama mba Puan itu dari DKI, dan beberapa DPD di Jateng yang kebetulan dapilnya Mba Puan, jadi wajar aja kalau namanya keluar," kata Eddy ditemui di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (31/8/2022).
Namun, Eddy menyampaikan, PAN akan melakukan pengerucutan dari sembilan nama bacapres hasil Rakernas. Pengerucutan itu dilakukan dalam forum Rapat Pimpinan Nasional atau Rapimnas.
"Dari sembilan nama itu kita akan kerucutkan lagi, jadi lima atau tiga untuk kemudian kita bawa diskusi ke temen-temen KIB. Teman-teman KIB tentu juga punya nama yang sudah dikerucutkan, apalagi yang sudah ditetapkan di internal mereka untuk capres cawapres," tuturnya.
Lebih lanjut, Eddy menyampaikan, nantinya bila semua nama capres sudah dikerucutkan, pihaknya akan membahas secara bersama-sama dengan Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB.
"Nanti kita akan duduk bersama, waktunya juga kan masih cukup panjang, jd saya rasa dalam beberapa minggu ke depan akan ada proses internal PAN untuk kemudian kita bicarakan ke Golkar dan PPP," katanya.
Nama Puan
Sebelumnya, Zulhas mengumumkan sembilan nama bakal calon presiden yang direkomendasikan oleh DPW. Saat Zulhas menyebut nama Ketua DPP PDIP Puan Maharani, mayoritas kader langsung sontak menyoraki.
Baca Juga: Jelang Berkuda Bareng di Hambalang, Perwakilan Prabowo dan Puan Bertemu Sore Ini
Pengumuman tersebut disampaikan Zulhas saat berpidato pada acara puncak Rakernas PAN di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (27/8/2022).
"Ibu Puan Maharani dari PDIP Perjuangan," kata Zulhas.
Omongan Zulhas itu langsung dibalas dengan sorakan yang diteriakan mayoritas kader.
"Huuuuuuu!," teriak kader.
"Ini kan dari (kategori) partai," ucap Zulhas menenangkan.
Setelah itu, ada Menteri BUMN Erick Thohir yang diusulkan DPW. Lebih lanjut, untuk kategori kepala daerah, DPW PAN mengusulkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ada Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa.
"Demikianlah usulan PAN, ada sembilan nama yang kami usulkan," kata Zulhas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Tawa dan Tangis dalam Film Foufo: Dari Kampung Rongsok ke Luar Angkasa
-
Ketika Semua Orang Dipaksa Jualan: Membaca Fenomena Ledakan UMKM
-
Kulit Sawo Matang Pakai Cushion Warna Apa? Ini 5 Shade Paling Cocok agar Tidak Abu-Abu
-
3 Serum Niacinamide TXA Lokal yang Ampuh Pudarkan Noda Hitam Bekas Jerawat
-
RUU Perampasan Aset Tetap Dibahas Selama Reses, Komisi III Dapat Lampu Hijau
-
Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan
-
Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses
-
Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta
-
DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun