- Buronan narkoba Ko Erwin ditembak kakinya oleh Bareskrim Polri saat mencoba melarikan diri di Tanjung Balai, Sumatera Utara.
- Penangkapan ini terkait pengembangan kasus narkoba yang menjerat AKBP Didik Putra Kuncoro terkait aliran dana Rp2,8 miliar.
- Polisi turut mengamankan dua tersangka lain yang diduga membantu upaya pelarian Ko Erwin dari kejaran petugas.
Suara.com - Buronan bandar narkoba, Erwin Iskandar bin Iskandar alias Ko Erwin ditembak di bagian kaki setelah mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Penangkapan dilakukan tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen mengatakan tindakan tegas terukur dilakukan karena adanya perlawanan dari tersangka.
"Ada upaya melarikan diri dan ada perlawanan saat penangkan," ujar Handik kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).
Ko Erwin tiba di Gedung Bareskrim sekitar pukul 11.35 WIB dengan pengawalan ketat. Ia terlihat dipapah dua petugas saat turun dari mobil sebelum langsung dibawa untuk pemeriksaan.
Dalam penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan dua orang berinisial A alias G dan R alias K. Keduanya diduga membantu rencana pelarian Ko Erwin.
Terkait Aliran Dana Rp2,8 Miliar
Ko Erwin sebelumnya masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam pengembangan kasus narkoba yang menjerat mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro.
Dalam perkara ini, Didik diduga menerima aliran dana hasil tindak pidana narkoba sebesar Rp2,8 miliar melalui AKP Malaungi selaku mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota. Uang tersebut disebut mengalir pada periode Juni hingga November 2025.
Selain kasus aliran dana, Didik juga ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba setelah ditemukan koper putih berisi sabu 16,3 gram, 49 butir ekstasi dan 2 butir sisa pakai (23,5 gram), 19 butir Aprazolam, 2 butir Happy Five, serta 5 gram ketamin yang dititipkan kepada seorang polwan di Tangerang.
Baca Juga: Pelihara Bandar? Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp13 Juta Tiap Minggu
Hasil tes rambut menunjukkan Didik positif mengonsumsi narkoba. Ia telah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan saat ini ditahan di Rutan Bareskrim Polri.
Polisi menyatakan pemeriksaan terhadap Ko Erwin akan difokuskan pada pengembangan jaringan dan aliran dana dalam perkara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda
-
KPK Terima Hasil Audit BPK, Berapa Angka Pasti Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji?
-
Pemprov DKI Jakarta Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis Mulai Juli 2026, Total Ada 103
-
PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?
-
Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan
-
Vonis 9 Tahun Eks Dirut Pertamina Patra Niaga, Kerugian Rp171 Triliun Dibantah Hakim!
-
Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya
-
Demo di Mabes Polri! Polisi Minta Mahasiswa Waspada Penunggang Gelap dan Tak Mudah Terprovokasi
-
Vonis 10 Tahun Penjara: Agus Purwono 'Lolos' dari Tuntutan Maksimal Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak
-
Anggota DPR Desak Transparansi Penuh Kasus ABK Terancam Hukuman Mati: Jangan Ada Permainan Aparat!