- Pakistan melancarkan serangan udara pada Jumat dini hari sebagai balasan atas aksi militer Afghanistan di wilayah perbatasan.
- Bentrok sebelumnya mengakibatkan delapan tentara Afghanistan tewas, sementara Pakistan hanya mengonfirmasi hilangnya dua personel mereka.
- Pakistan mengklaim serangan balasan mereka menewaskan 133 tentara Afghanistan dan menghancurkan banyak fasilitas militer penting.
Suara.com - Ketegangan lintas batas antara Pakistan dan Afghanistan kembali meningkat setelah Pakistan melancarkan serangan udara berskala besar ke sejumlah posisi militer Afghanistan pada Jumat dini hari. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari “operasi balasan” atas aksi militer Afghanistan di wilayah perbatasan.
Pemerintah Afghanistan mengonfirmasi serangan udara tersebut. Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan ledakan besar terdengar di sejumlah titik, termasuk di ibu kota Kabul. Meski demikian, ia menyebut belum ada laporan korban jiwa akibat ledakan tersebut.
Sumber lokal di Kabul menyebutkan beberapa ledakan terjadi di pusat kota sekitar pukul 02.30 waktu setempat. Serangan ini terjadi setelah Afghanistan sebelumnya melakukan serangan lintas batas sebagai respons atas serangan udara Pakistan pada Minggu, yang dilaporkan menewaskan banyak orang.
Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan sedikitnya delapan tentara Afghanistan tewas dalam bentrokan perbatasan pada Kamis. Kabul juga mengklaim 55 tentara Pakistan tewas dalam insiden tersebut. Namun, pihak Pakistan hanya mengonfirmasi kehilangan dua personel militernya.
Afghanistan kemudian mengumumkan penghentian “operasi balasan” selama empat jam terhadap posisi Pakistan di sepanjang Garis Durand, yang berakhir pada tengah malam waktu setempat.
Di sisi lain, Pakistan menyatakan aksi militernya masih berlanjut. Juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk media asing, Mosharraf Zaidi, mengatakan serangan balasan Pakistan terhadap target militer di Afghanistan masih berlangsung hingga Jumat dini hari.
Ia mengklaim sebanyak 133 tentara Afghanistan tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka, dengan jumlah korban diperkirakan masih bertambah. Zaidi juga menyebut 27 pos militer Afghanistan hancur dan sembilan lainnya dikuasai, serta berbagai fasilitas militer, termasuk markas korps dan brigade, depot amunisi, hingga puluhan tank dan kendaraan lapis baja, turut dihancurkan.
“respons segera dan efektif Pakistan terhadap agresi terus berlanjut,” kata Zaidi.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan Asif Khawaja menuding pemerintah Afghanistan telah “mengubah Afghanistan menjadi koloni India” sejak penarikan pasukan NATO pada 2021. Ia juga menuduh Kabul “mengekspor terorisme” dan menyatakan, “mereka telah merampas hak asasi manusia paling dasar dari rakyat mereka sendiri,” dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X. Hingga kini, pemerintah Afghanistan belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.
Baca Juga: Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!
Eskalasi ini terjadi di tengah memburuknya hubungan kedua negara. Sebelumnya, Pakistan mengklaim serangan udara pada Minggu menewaskan 70 orang yang disebut sebagai “teroris.” Namun, pejabat Afghanistan dan PBB melaporkan adanya korban sipil, klaim yang dibantah Islamabad.
Meski jalur komunikasi diplomatik masih terbuka, saling tuding terkait aktivitas militan lintas batas membuat hubungan Pakistan dan Afghanistan semakin tegang, dengan risiko konflik terbuka yang kian membesar.
Berita Terkait
-
Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!
-
Viral Anak Perang Sarung di Kebumen Kena 'Binaan' Aparat TNI, KemenPPPA: Hindari Hukuman Fisik
-
Bayang-Bayang Perang: 12 Jet Tempur Amerika Mendarat saat Iran-AS Bersiap Berunding di Jenewa
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Vonis 9 Tahun Eks Dirut Pertamina Patra Niaga, Kerugian Rp171 Triliun Dibantah Hakim!
-
Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya
-
Demo di Mabes Polri! Polisi Minta Mahasiswa Waspada Penunggang Gelap dan Tak Mudah Terprovokasi
-
Vonis 10 Tahun Penjara: Agus Purwono 'Lolos' dari Tuntutan Maksimal Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak
-
Anggota DPR Desak Transparansi Penuh Kasus ABK Terancam Hukuman Mati: Jangan Ada Permainan Aparat!
-
Vonis 15 Tahun Anak Riza Chalid, Hakim Juga Bebankan Uang Pengganti Rp 2,9 Triliun
-
Ada Demo Mahasiswa di Mabes Polri Siang Ini, 3.093 Personel Kepolisian Disiagakan
-
NasDem Usul PT 7 Persen, Demokrat: 4 Persen Saja Sudah Terlalu Tinggi!
-
ShopeeFood Temani Momen Ramadan dengan Diskon Kuliner dan Promo Seru Setiap Hari
-
Dua Wajah THR: Berkah Bagi ASN, 'Penyakit Tahunan' Bagi Buruh Swasta?