News / Internasional
Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:53 WIB
Menteri pertahanan Paksistan Khawaja Asif. (AN Photo)
Baca 10 detik
  • Pakistan melancarkan serangan udara pada Jumat dini hari sebagai balasan atas aksi militer Afghanistan di wilayah perbatasan.
  • Bentrok sebelumnya mengakibatkan delapan tentara Afghanistan tewas, sementara Pakistan hanya mengonfirmasi hilangnya dua personel mereka.
  • Pakistan mengklaim serangan balasan mereka menewaskan 133 tentara Afghanistan dan menghancurkan banyak fasilitas militer penting.

Suara.com - Ketegangan lintas batas antara Pakistan dan Afghanistan kembali meningkat setelah Pakistan melancarkan serangan udara berskala besar ke sejumlah posisi militer Afghanistan pada Jumat dini hari. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari “operasi balasan” atas aksi militer Afghanistan di wilayah perbatasan.

Pemerintah Afghanistan mengonfirmasi serangan udara tersebut. Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan ledakan besar terdengar di sejumlah titik, termasuk di ibu kota Kabul. Meski demikian, ia menyebut belum ada laporan korban jiwa akibat ledakan tersebut.

Sumber lokal di Kabul menyebutkan beberapa ledakan terjadi di pusat kota sekitar pukul 02.30 waktu setempat. Serangan ini terjadi setelah Afghanistan sebelumnya melakukan serangan lintas batas sebagai respons atas serangan udara Pakistan pada Minggu, yang dilaporkan menewaskan banyak orang.

Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan sedikitnya delapan tentara Afghanistan tewas dalam bentrokan perbatasan pada Kamis. Kabul juga mengklaim 55 tentara Pakistan tewas dalam insiden tersebut. Namun, pihak Pakistan hanya mengonfirmasi kehilangan dua personel militernya.

Afghanistan kemudian mengumumkan penghentian “operasi balasan” selama empat jam terhadap posisi Pakistan di sepanjang Garis Durand, yang berakhir pada tengah malam waktu setempat.

Di sisi lain, Pakistan menyatakan aksi militernya masih berlanjut. Juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk media asing, Mosharraf Zaidi, mengatakan serangan balasan Pakistan terhadap target militer di Afghanistan masih berlangsung hingga Jumat dini hari.

Ia mengklaim sebanyak 133 tentara Afghanistan tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka, dengan jumlah korban diperkirakan masih bertambah. Zaidi juga menyebut 27 pos militer Afghanistan hancur dan sembilan lainnya dikuasai, serta berbagai fasilitas militer, termasuk markas korps dan brigade, depot amunisi, hingga puluhan tank dan kendaraan lapis baja, turut dihancurkan.

“respons segera dan efektif Pakistan terhadap agresi terus berlanjut,” kata Zaidi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan Asif Khawaja menuding pemerintah Afghanistan telah “mengubah Afghanistan menjadi koloni India” sejak penarikan pasukan NATO pada 2021. Ia juga menuduh Kabul “mengekspor terorisme” dan menyatakan, “mereka telah merampas hak asasi manusia paling dasar dari rakyat mereka sendiri,” dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X. Hingga kini, pemerintah Afghanistan belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.

Baca Juga: Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!

Eskalasi ini terjadi di tengah memburuknya hubungan kedua negara. Sebelumnya, Pakistan mengklaim serangan udara pada Minggu menewaskan 70 orang yang disebut sebagai “teroris.” Namun, pejabat Afghanistan dan PBB melaporkan adanya korban sipil, klaim yang dibantah Islamabad.

Meski jalur komunikasi diplomatik masih terbuka, saling tuding terkait aktivitas militan lintas batas membuat hubungan Pakistan dan Afghanistan semakin tegang, dengan risiko konflik terbuka yang kian membesar.

Load More