- Pemprov DKI Jakarta menambah 63 sekolah swasta baru ke program pendidikan gratis secara akumulatif menjadi 103 sekolah.
- Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan program ini akan mulai diimplementasikan secara penuh pada Juli 2026.
- Gubernur DKI Jakarta menegaskan pendidikan krusial memutus kemiskinan melalui berbagai program unggulan telah disiapkan.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat ibu kota.
Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta berencana menambah puluhan jumlah sekolah swasta yang akan masuk ke dalam program pendidikan gratis.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana menyebut pihaknya bakal menambah sebanyak 63 sekolah swasta baru untuk menyukseskan program ini.
"63 (sekolah) kami akan tambah. Kan 40 yang awal, kalau yang 40 itu sudah tahun 2025," ujar Nahdiana, mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Langkah ekspansi ini dipastikan akan menambah daya tampung siswa yang ingin mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya bulanan.
Melalui penambahan tersebut, maka secara akumulatif akan tersedia total 103 sekolah swasta gratis yang tersebar di wilayah Jakarta.
Pemerintah menargetkan implementasi program sekolah swasta gratis dalam skala besar ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh warga pada pertengahan tahun depan.
"Jadi 103 (sekolah swasta yang menjalankan program pendidikan gratis) ini akan mulai di Juli 2026," kata Nahdiana.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan instrumen paling krusial dalam memutus rantai kemiskinan.
Baca Juga: Daftar Nama Sekolah Penerima Dana Program Sekolah Gratis dari Pemprov Papua Tengah
Pramono berkomitmen untuk memprioritaskan bantuan pendidikan bagi anak-anak Jakarta melalui berbagai program unggulan yang telah disiapkan.
Program-program tersebut mencakup Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga kebijakan pemutihan ijazah bagi warga yang menunggak.
"Kata kunci dalam keluarga, kalau ingin ada perubahan, maka yang paling utama adalah pendidikan. Sekali lagi, pendidikan," tegas Pramono.
Upaya masif ini diharapkan menjadi oase bagi warga Jakarta yang mendambakan fasilitas pendidikan bermutu dengan akses yang lebih terjangkau dan inklusif.
Berita Terkait
-
Daftar Nama Sekolah Penerima Dana Program Sekolah Gratis dari Pemprov Papua Tengah
-
DBH Dipangkas, Anggaran Menyusut, Target Sekolah Gratis Jakarta Ikut Menciut
-
41 Ribu Siswa di Nias Nikmati Sekolah Gratis Program PUBG Mulai Tahun Depan
-
Tak Boleh Kurang, DPRD DKI Wanti-wanti Janji Pramono: Harus Ada 258 Sekolah Swasta Gratis 2026
-
Satu Tahun Prabowo-Gibran, JPPI Rilis Rapor Merah Sektor Pendidikan
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik
-
Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori
-
Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta
-
DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna
-
Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul
-
Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada
-
Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!
-
Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan
-
Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama
-
Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal