News / Metropolitan
Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:17 WIB
Jajaran Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur bersama sejumlah personel lainnya menutup permanen dua titik akses masuk Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (27/2/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Baca 10 detik
  • Pemkot Jaktim menutup permanen dua akses Taman Kota Cawang karena diduga menjadi lokasi prostitusi sesama jenis malam hari.
  • Penutupan dilakukan melalui pengecoran akses utama serta pengelasan celah pagar ('jalur tikus') bersama instansi terkait.
  • Tindakan tegas ini merupakan respons atas keresahan masyarakat dan video viral mengenai penyalahgunaan fungsi taman tersebut.

Suara.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mengambil tindakan tegas untuk membersihkan area publik dari praktik asusila. Dua titik akses masuk Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar, resmi ditutup permanen lantaran diduga kuat kerap dijadikan lokasi prostitusi sesama jenis saat malam hari.

Langkah ini diambil setelah adanya laporan keresahan masyarakat terkait penyalahgunaan fungsi taman yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau, namun justru beralih fungsi menjadi tempat nongkrong yang menjurus ke arah negatif.

"Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," tegas Camat Makasar, Dimas Prayudi, di lokasi, Jumat.

Operasi Terpadu dan Penutupan 'Jalur Tikus'

Penutupan akses ini tidak dilakukan sembarangan. Operasi dipimpin langsung oleh jajaran kecamatan bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, pihak kelurahan, serta unsur tiga pilar (Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Pala).

Dimas menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan respons cepat atas keluhan warga yang mencium aroma penyimpangan sosial di area tersebut.

"Kita mencoba mengurangi dampak kerawanan sosial di lokasi taman yang ada di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, karena ada beberapa informasi dan perhatian masyarakat berkaitan dengan penyalahgunaan fungsi taman di lokasi ini," jelas Dimas.

Tak hanya pintu masuk utama, petugas juga menyisir area pagar taman yang berbatasan langsung dengan jalan tol. Di sana, personel gabungan menemukan celah atau 'jalur tikus' yang sengaja dibuat oknum tidak bertanggung jawab untuk masuk secara ilegal.

Melihat celah tersebut, petugas langsung melakukan pengelasan besi untuk menutup akses secara total pada hari yang sama.

Baca Juga: Taman Kota 24 Jam, Tempat Berhenti Sejenak dari Kesibukan Kota

"Hari ini, kita coba las karena memang ada beberapa aktivitas warga yang menggunakan celah itu untuk masuk ke area taman," ujar Dimas.

Langkah Preventif Demi Keamanan Warga

Kecurigaan mengenai penyalahgunaan taman ini sebenarnya sudah terendus sejak lama. Lokasi tersebut disinyalir sering disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk aktivitas yang melanggar norma.

"Apa yang kami lakukan hari ini sifatnya preventif untuk mengurangi dampak tersebut. Yang paling penting, ini tugas kita bersama untuk menjaga taman," tegas Dimas.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk kembali memfungsikan taman sebagai tempat rekreasi keluarga dan ruang positif bagi warga Jakarta Timur.

"Harapan kami, masyarakat, khususnya di Jakarta Timur, bisa memanfaatkan taman sesuai dengan fungsinya. Kalau ada tindakan negatif atau penyalahgunaan, kita ingin itu bisa dikurangi," tutur Dimas.

Bermula dari Video Viral

Aksi tegas Pemkot Jaktim ini dipicu oleh unggahan video yang viral di akun Instagram @ijoel. Dalam rekaman tersebut, terlihat sekumpulan remaja laki-laki menyelinap masuk ke Taman Kota Cawang melalui celah pagar pada dini hari.

"Di taman sini sering jadi tempat kumpul cowo-cowo entah cowo bagaimana, saya tidak tau indikasinya mereka apa, setiap malam di atas jam 01.00 WIB pagi, mereka kumpul terus masuk ke taman entah ngapain sampai jam 02.00 pagi," ucap suara pria yang mengambil video di lokasi tersebut.

Kini, dengan ditutupnya akses tersebut secara permanen, warga berharap Taman Cawang kembali menjadi area yang aman, nyaman, dan bersih dari praktik prostitusi. (Antara)

Load More