3. Sebut rekonstruksi penembakan Brigadir J cacat hukum
Selain soal motif, Deolipa juga menyebut bahwa upaya rekonstruksi tersebut telah cacat hukum. Pasalnya, kala itu pengacara keluarga korban yakni Kamaruddin Simanjutak diusir saat hendak melihat prosesi reka adegan pembunuhan mendiang putra kliennya itu.
"Menjadi cacat karena ada rasa keadilan masyarakat yang dilanggar, yaitu tidak diperbolehkannya pengacara korban untuk mengikuti proses rekonstruksi. Padahal pengacara korban punya hubungan hukum dengan kasus tersebut," kata Deolipa di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2022).
4. Tuding Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf making love
Deolipa kembali menuai sensasi publik usai menyebut bahwa dalang dari penembakan Brigadir J bukanlah Sambo, melainkan sang istri, Putri Candrawathi dan sopirnya yakni Kuat Ma'ruf.
Bahkan, Deolipa menyebut alasan Brigadir J tewas gegara mengetahui adanya hubungan gelap antara Putri dan Kuwat.
"Bharada E tidak merasakan langsung ya, tapi dia berpikir. Boleh dong berpikir? Jadi dugaan dia, ada sesuatu yang terjadi (antara Putri dan Kuat) dan diketahui Yosua (Brigadir J)," terang Deolipa saat menjadi tamu di sebuah acara di stasiun TvOne.
Ia menyebut bahwa Yosua memergoki Putri dan Kuwat sedang melakukan hubungan seks.
"Kuat dan Putri ketahuan lagi making love oleh Yosua," timpalnya.
Baca Juga: 6 Kontroversi Desmond Mahesa, Terbaru Setuju Putri Candrawathi Tak Ditahan Demi Anak
Sontak, keduanya melapor ke Ricky Rizal dan kemudian ke Sambo untuk bersama-sama membuat skenario pembunuhan Brigadir J.
"Makanya Yosua dikejar, Putri buru-buru lapor ke Ricky supaya datang. Si Kuat lapor ke Sambo, begini-begini. Seolah-olah Yosua lah pelakunya," lanjut Deolipa.
Kontributor : Armand Ilham
Tag
Berita Terkait
-
6 Kontroversi Desmond Mahesa, Terbaru Setuju Putri Candrawathi Tak Ditahan Demi Anak
-
Ada Dua Versi Penembakan Brigadir J, Komnas HAM Sebut Bisa Memberatkan Hukum Ferdy Sambo atau Bharada E
-
Disapa Jenderal, Mabes Polri Tegaskan Penyidik Tidak Takut Kepada Ferdy Sambo
-
Heboh Kabar Penyidik Polri Takut Ferdy Sambo, Kadiv Humas: Mereka Mau Pansos dan Terkenal!
-
Dituding Takut ke Ferdy Sambo karena Masih Panggil Jenderal, Polri Membantah
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali