- Polda Metro Jaya menyelidiki penyelundupan emas seberat 265,7 gram senilai Rp700 juta oleh WNA India di Bandara Soekarno-Hatta.
- Pelaku berinisial MTNP menyembunyikan emas dalam pakaian dalamnya saat hendak terbang menuju India pada 8 Mei 2026.
- Penyelidikan mencakup pemeriksaan forensik dan siber untuk mengungkap modus operandi serta jaringan pemasok emas mentah tersebut.
Suara.com - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya tengah mendalami penanganan kasus penyelundupan barang berupa 265,7 gram emas dengan nilai Rp700 juta yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal India berinisial MTNP (44) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Anton Hermawan di Tangerang, Senin (11/5/2026) mengatakan, upaya penyelidikan terhadap perkara penyelundupan barang ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas hasil pengungkapan Bea Cukai Bandara Soetta yang telah menjadi perhatian publik.
"Kami lakukan penyelidikan dan apabila menemukan, kami akan menindaklanjuti dengan pembuatan Laporan Polisi (LP) dan naik ke proses penyidikan," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Ia menyatakan sebagai langkah awal dalam pendalaman kasus tersebut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan laboratorium forensik dan pengecekan closed circuit television (CCTV) sebagai membuka fakta dari aksi tindak pidana yang dilakukan oleh terduga pelaku.
"Tadi hasil komunikasi sama teman-teman Bea Cukai, mungkin kami akan dukung bantuan teknis terkait dengan pemeriksaan forensik dan pemeriksaan lab siber serta HP dari tersangka, sehingga diketahui modus operandinya apa dan jaringan-jaringan mereka bisa kita ketahui," ungkapnya.
Dia juga menerangkan berdasarkan hasil penelitian atas barang bukti yang hendak diselundupkan secara gelap oleh terduga pelaku ini berupa emas dengan kualitas mentah.
Barang tersebut diduga bakal dilakukan pengelolaan kembali untuk sampai menjadi emas murni yang siap dijual di pasaran.
"Emas itu akan ditentukan setelah dilakukan pengolahan sampai titik terakhir. Jadi masih ada dua sampai tiga kali perlakuan lagi menjadi emas yang siap untuk dijual atau murni," tuturnya.
Menurut Anton, setelah seluruh tahapan pemeriksaan barang bukti dilakukan, selanjutnya pihaknya akan fokus mendalami peran dari terduga MTNP, dan akan menelusuri keterlibatan pihak lain yang memberikan akses dan pasokan emas tersebut.
Baca Juga: Bermula dari Area Parkir, Polisi Bongkar Penyimpanan 1.000 Butir Ekstasi di Apartemen Greenbay Jakut
"Memang emas di Indonesia bagusan. Makanya orang India cari terus kan? Orang India kan kemarin sama sekarang orang India terus ditemukan kasus yang sama," kata dia.
Sebelumnya, tim Bea Cukai Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, berhasil mencegah penyelundupan emas senilai 265 gram yang dilakukan oleh warga negara India.
Kepala Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan upaya penyelundupan ini dilakukan terduga pelaku melalui penyembunyian barang lewat celana dalam yang ia pakai.
"Barang ini (emas) rencananya akan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta ke Singapura dan nanti lanjut ke New Delhi, India," ungkapnya.
Untuk modus operandi yang dijalankan WN India ini terungkap pada Jumat (8/5), sekitar pukul 15.00 WIB di Terminal 3 Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.
Petugas Bea Cukai Soetta dengan Aviation Security (Avsec) In Journey Airports melakukan pemeriksaan terhadap penumpang tujuan New Delhi, India, melalui rute Jakarta (CGK) – Singapura (SIN) setelah dicurigai dari gerak-gerik tubuhnya.
Berita Terkait
-
Bermula dari Area Parkir, Polisi Bongkar Penyimpanan 1.000 Butir Ekstasi di Apartemen Greenbay Jakut
-
Penampakan Gudang PT Indobike Isi Ribuan Motor Honda-Yamaha Hasil Kejahatan Fidusia di Jaksel
-
Terbongkar! Skandal PT Indobike, Raup Rp26 M dari Ekspor Ribuan Motor Hasil Kejahatan Fidusia
-
Gerebek Gudang Kemandoran! Polisi Sita 1.496 Motor Ilegal Siap Ekspor, Terkuak Modus Pakai KTP Orang
-
Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan