Suara.com - Gubernur Anies Baswedan menyebutkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikejar untuk menjadikan Jakarta bertransformasi sebagai kota global.
"Masih banyak PR-nya, tapi kami menuju ke sana (kota global)," kata Anies ketika memberikan sambutan pada final Abang None Jakarta 2022 di Jakarta Selatan, Jumat malam.
Namun, Anies tidak spesifik menyebutkan PR yang harus dipenuhi Jakarta sebagai kota global.
Anies menambahkan salah satu yang membuat Jakarta dinilai setara dengan kota global lainnya yakni merupakan kota metropolitan terbesar di bagian selatan dunia.
Selain itu, Jakarta sukses menjadi tuan rumah forum Urban20 (U20).
"Hampir semua pesertanya mengatakan bahwa the best summit Urban20 adalah yang terjadi di Jakarta kemarin. Baru selesai dua hari lalu dan semua menyaksikan Jakarta dan semua pun ikut bersaksi kini Jakarta sudah bisa setara dengan kota global lainnya," ucap Anies.
Anies menaruh harapan besar kepada generasi muda khususnya Abang dan None Jakarta 2022 diharapkan ikut memajukan Ibu Kota pada tataran internasional.
"Karena itu Abang None yang pada malam hari ini masuk final kami proyeksikan mereka memiliki tugas untuk mewakili Jakarta di dalam konteks kota global," ucap Anies.
Untuk itu, Anies juga berharap abang none Jakarta tidak hanya menjadi duta pariwisata tetapi juga duta Jakarta kota global.
Baca Juga: Anies: Saat Ini, Jakarta Cukup Ramah Bagi Pejalan Kaki
"Kami memproyeksikan Abang None lebih dari sekedar duta pariwisata mereka menjadi dutanya Jakarta. Mereka menjadi duta Jakarta sebagai Kota Global di dunia," ucapnya.
Sebelumnya, Anies Baswedan mendeklarasikan Jakarta sebagai kota global pada puncak perayaan HUT ke-495 DKI Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (25/6).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebutkan sejumlah indikator yang membuat Jakarta layak sebagai kota global yakni didukung sarana berstandar internasional.
Adapun sarana yang dia sebut di antaranya stadion berstandar internasional, trotoar, pusat seni dan keseniannya, hingga fasilitas transportasi publik seperti halte dan MRT yang berstandar internasional.
"Ini adalah contoh kita memasuki kota global dan kita juga sebut global karena memanfaatkan teknologi digital," katanya, di JIS, Sabtu (25/6). [Antara]
Berita Terkait
-
DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik
-
DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta
-
Kado HUT Jakarta ke-499, Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi!
-
Resmi! Persija Jakarta Kerja Sama dengan Adidas untuk Arungi Musim 2026/2027
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika
-
Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?
-
DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik
-
Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!
-
Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi
-
Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih
-
Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!
-
Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan
-
Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi