Suara.com - Publik figur mulai dari artis, penyanyi, pejabat, dan lainnya memang biasanya memiliki penggemar.
Seperti seorang penyanyi terkenal dari Arab Saudi bernama Mohammad Abdu.
Saking terkenalnya dan memiliki pengaruh di dunia musik, tisu miliknya bahkan dibandrol ratusan juta rupiah.
Melansir dari Gulf News, sebuah toko online Saudi menimbulkan kontroversi di kerajaan dan di seluruh wilayah Arab setelah menjual tisu Mohammad Abdu dengan harga fantastis.
Tisu bekas yang sudah ditandatangani sang penyanyi itu dijual seharga SR30.000 atau senilai dengan Rp 119 juta.
Menurut laporan media, toko online “Alberwaaz”, menawarkan kepada pembeli dengan empat kali angsuran masing-masing SR7.500 atau senilai Rp 29,7 juta.
Tisu 'paling mahal' itu hingga berita ini dibuat masih diperebutkan.
Pada tisu tertulis "Ini adalah tisu Mohammad Abdu" menggunakan tinta hitam berbahasa Arab.
Viralnya tisu dengan harga fantastis itu sontak mengundang berbagai respons publik.
Baca Juga: Viral Video Anak SD dengan Kutu Melimpah, Begini Cara Menghilangkan Kutu Rambut
"Saya tidak akan membeli meskipun memiliki kekuatan magis yang dapat menghapus semua kesedihan saya," komentar warganet.
"Apakah suara saya akan menjadi seperti dia jika saya membelinya? Saya tidak akan membelinya bahkan jika itu ditawarkan seharga setengah riyal," tambah warganet lain.
Seorang pengguna twitter lain juga mengatakan bahwa dia tidak akan membelinya apa pun yang terjadi, bahkan jika itu dapat menghapus dosa-dosanya.
Abdu sendiri telah menjadi salah satu nama penyanyi terkemuka dalam musik Arab sejak tahun 1961. Lagu-lagunya dihargai oleh jutaan orang di seluruh dunia Arab.
Karirnya dimulai pada usia muda ketika Mohammad belajar oud dan berlatih bermain musik serta menyanyikan lagu-lagu tradisional Arab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
DPRD DKI: Sengkarut Tata Ruang Jakarta Harus Dibenahi!
-
Tolak Perang untuk Israel, Tangan Mantan Marinir AS Patah Ditarik Paksa oleh Senator di Ruang Sidang
-
YLBHI Desak Jaminan Hak Berserikat dan Kekuatan Eksekusi Hukum dalam RUU PPRT
-
Sumbang Devisa Rp253 Triliun, Rieke PDIP Tagih Pengesahan RUU PPRT yang Mangkrak 22 Tahun
-
Tragedi Perang Jeli Remaja Makassar: Saat Senjata Mainan Dibalas Timah Panas
-
Jakarta Darurat Hunian, DPRD DKI Wanti-wanti Nasib Warga Terdampak Relokasi Normalisasi Sungai
-
Bukan Suap Biasa, KPK Jerat Bupati Pekalongan dengan Pasal Benturan Kepentingan dalam Pengadaan Jasa
-
Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran
-
Dampak Perang Iran-AS-Israel: Bagaimana Nasib Ekonomi-Politik Indonesia?
-
Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?