Suara.com - Gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang Provinsi Sichuan, China pada Senin (5/9/2022) pada pukul 12.52 waktu setempat. Seekor induk panda raksasa bersama dua anaknya berhasil menyelamatkan diri dengan meninggalkan kandangnya saat gempa.
Video yang beredar luas di media sosial China memperluhatkan induk panda di pusat penangkaran di Chengdu, Provinsi Sichuan tergesa-gesa meninggalkan kandang saat gempa.
Dua ekor anaknya langsung keluar dari kandang menuju area terbuka mengikuti langkah sang induk.
Pusat gempa tersebut berada di dekat penangkaran terbesar panda di China, di Kabupaten Luding yang berjarak sekitar 226 kilometer dari Chengdu.
Pihak Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa yang bermarkas di Chengdu menyatakan bahwa semua panda raksasa dan staf lembaga tersebut berada dalam keadaan selamat dan aman dari gempa.
Sementara itu, jumlah korban tewas akibat gempa tersebut terus bertambah.
Jumlah korban tewas hingga Selasa sore telah mencapai 66 orang.
Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah mengingat sampai saat ini jumlah warga yang belum ditemukan tercatat 15 orang dan 253 lainnya mengalami luka-luka.
Sekitar 200 orang masih terjebak di objek wisata alam Hailuogou.
Baca Juga: Syuting Drama Baru dengan Luo Yunxi, Bai Lu Turunkan Berat Badan ke 38 Kg
Sekitar 11.250 orang telah berhasil dievakuasi dari lokasi terdampak bencana ke tempat yang aman pada Selasa siang. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Syuting Drama Baru dengan Luo Yunxi, Bai Lu Turunkan Berat Badan ke 38 Kg
-
6 Rekomendasi Drama China Li Yitong, Aktris China yang Ulang Tahun Hari Ini
-
Detik-detik Gempa Tewaskan 46 Orang di Sichuan China, Jiang Pasrah di Lantai 31 Apartemen
-
Jadi Korban Gempa Aceh, Alasan Shireen Sungkar Minta Tinggal Bareng Mertua Bikin Terenyuh
-
Gempa Bumi Bermagnitudo 6,8 Guncang Sichuan China, 21 Orang Dikabarkan Tewas
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
-
Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi
-
Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!