Suara.com - Bank sentral Inggris memastikan uang kertas bergambar Ratu Elizabeth II tetap menjadi alat pembayaran yang sah di negara itu setelah sang pemimpin monariki berpulang pada Kamis (8/9) waktu setempat.
Dalam pernyataan di situs resminya, Bank of England (BOE) menyampaikan bahwa setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia, uang kertas dengan gambar sang mendiang ratu akan tetap sah untuk digunakan.
“Uang kertas yang menampilkan gambar Yang Mulia Ratu akan tetap menjadi alat pembayaran yang sah,” ujar pernyataan BOE yang dirilis pada Rabu.
Pihak bank sentral menambahkan bahwa informasi lebih lanjut terkait legalitas uang yang beredar di teritori negara tersebut akan diumumkan setelah masa berkabung usai.
Gubernur BOE Andrew Bailey juga menyampaikan duka cita atas meninggal Ratu Elizabeth II di usia 96 tahun.
“Atas nama semua orang di BOE, saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga kerajaan. Bagi kebanyakan dari kita, dia merupakan satu-satunya kepala negara yang pernah kita kenal, dan beliau akan dikenang sebagai sosok inspirasional bagi negara kita dan negara-negara Persemakmuran,” ujar Bailey.
Ratu Elizabeth II juga merupakan anggota keluarga kerajaan pertama yang gambarnya tercetak di uang kertas di Inggris.
Kantor BOE di Threadneedle Street juga akan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ratu Elizabeth II, pemimpin monarki Inggris terlama dalam sejarah, meninggal dunia pada Kamis waktu setempat dalam usia 96 tahun.
Buckingham Palace menyampaikan kabar tersebut setelah sebelumnya mengumukan bahwa kesehatan sang ratu memburuk.
Sang ratu lahir di London, Inggris, pada tanggal 21 April 1926. Ia diangkat menjadi Ratu Britania Raya pada tahun 1952 di usianya yang masih 25 tahun ketika sang ayah, Raja George VI, meninggal dunia.
Ia menikah dengan Pangeran Philip (yang berpulang pada April 2021) dan memiliki empat orang anak: Pangeran Charles, Putri Anne, Pangeran Andrew, dan Pangeran Edward.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026