News / Nasional
Jum'at, 09 September 2022 | 20:01 WIB
Ilustrasi kebocoran data. [Pexel/Anete Lusina]

Suara.com - Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto mengungkap, kebocoran data pribadi di Indonesia pada 2022 itu bukan hanya terjadi satu kali.

Setidaknya kebocoran terjadi hingga tujuh kali sepanjang tahun ini.

"Kebocoran ini bukan yang pertama, tahun ini saja ada tujuh kebocoran sementara kita dalam catatan Safenet tahun-tahun lalu kita banyak menyimpan kebocoran yang lain," terang Damar dalam acara peluncuran Posko Pengaduan Kebocoran Data secara virtual, Jumat (9/9/2022).

Bahkan menurut Damar, Indonesia sukses mengalahkan Malaysia terkait jumlah data pribadi yang bocor. Sementara di Negeri Jiran pernah terjadi kebocoran 46 juta data pada 2017.

Sementara jumlah di Indonesia melebihi angka tersebut.

"Kita tahu 31 Agustus kemarin 1,3 miliar kebocoran data pengguna jasa telekomunikasi menjadikan Indonesia kebocoran data paling besar di Asia," ucapnya.

Tujuh kali kebocoran data pribadi terjadi selama kurang lebih satu tahun. Damar menyebut kalau pihaknya menyimpan data terkait kebocoran data pribadi yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut yang membuat pemerintah terlihat abai dalam memberikan perlindungan warganya.

"Jadi ini yang menyulitkan posisi Indonesia karena Indonesia kelihatan sekali menyepelekan soal perlindungan data yang dikumpulkan berbagai mekanisme."

Baca Juga: Ancaman Hacker Retas Data Presiden Jokowi Tunjukan Kerentanan Indonesia Amankan Data Pribadi

Sebelumnya, Hacker Bjorka bahkan sempat saling berseteru dengan Kominfo soal peretasan data usai lontarkan kata-kata menohok. Kini, terduga hacker Bjorka secara blak-blakan mengaku akan retas data milik presiden Indonesia.

Informasi tersebut diketahui dari unggahan cuitan akun @darktracer_int di jejaring media sosial Twitter pada Jumat (09/09/2022). Dalam cuitan itu terduga hacker Bjorka mengungkapkan niat peretasan data presiden Indonesia melalui kanal di Telegram.

"The next will come from the presiden of Indonesia," tulis akun bernama Bjorka dilihat Beritahits.id, Jumat (09/09/2022).

Aksi yang diungkapkan Bjorka tersebut banyak diwarani beragam reaksi oleh anggota kanal bernama 'Bjorkanism' tersebut. Sebagai informasi, menurut laporan akun @darktracer_int itu Bjorka sendiri telah menargetkan untuk meretas data masyarakat Indonesia sejak 2020.

Sejauh ini, hacker Bjorka telah meretas dan menjual data pribadi dari situs Indihome, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kominfo, dan lainnya. Hingga saat ini pun belum diketahui tujuan dan siapa sosok hacker Bjorka tersebut.

Alih-alih ketakutan dan khawatir, warganet Indonesia jutsru mendukung penuh aksi peretasan data yang hendak dilakukan oleh Bjorka.

Load More